Bupati Kebumen Pastikan Surplus Beras

Jumat, 04 September 2020, 17:24 WIB

Kabupaten Kebumen diharapkan memberikan andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi nasional. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Bupati Kebumen KH. Yazid Mahfudz didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Tri Haryono melakukan panen padi di Desa Caruban, Kecamatan Adimulyo, Kebumen Jawa Tengah dengan Varietas Inpari 42.

Yazid mengungkapkan, berdasarkan hasil panen padi Oktober 2019-Agustus 2020 produksi di daerahnya mencapai 282.260 ton gabah kering giling (GKG). Menurutnya hasil panen ubinan Gapoktan Karya Dadi Utama Desa Caruban mencapai 83,2 kuintal per hektare.

Sedangkan kebutuhan beras penduduk Kabupaten Kebumen per tahun sebesar 134.017,05 ton. Ketersediaan beras 257.546,45 ton sehingga tahun ini masih surplus 123.529,4 ton beras. Di samping itu hasil panen ubinan Gapoktan Karya Dadi Utama Desa Caruban mencapai 83,2 kuintal per hektare.

Dalam sambutannya Yazid mengungkapkan, luas tambah tanam di Kebumen Oktober 2019-Agustus 2020 mencapai 73.984 hektare. Luas panen Oktober 2019-Agustus 2020 mencapai 51.319 hektare, dengan produktivitas 55 kuintal per hektare Gabah Kering Giling (GKG). Sedangkan, produksi mencapai 282.260 ton GKG.

Padahal kebutuhan beras penduduk Kabupaten Kebumen per tahun sebesar 134.017,05 ton. Ketersediaan beras 257.546,45 ton. "Kita masih surplus 123.529,4 ton beras,” tandas Yazid, (4/9).

Dalam kesempatan ini, Bupati bersama Forkopimda juga melakukan tanam palawija di lahan yang baru saja dipanen serta mencoba mengoperasikan mesin perontok padi di sawah.

Bupati bersyukur dengan hasil panen tersebut apalagi di tengah pandemi COVID-19, ketahanan pangan menjadi persoalan serius. “Alhamdulillah hasil panennya bagus sehingga bisa menopang ketahanan pangan di Kabupaten Kebumen. Kita patut bersyukur di Kebumen masih surplus,” ujarnya

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi berharap Kabupaten Kebumen memiliki andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi. Kementan tentunya akan selalu memberikan dukungan dukungan yang dibutuhkan.

“Diharapkan setiap wilayah membuktikan komitmennya. Komitmen untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat,“ tambah Suwandi. Dia juga meminta petani bisa menyerap KUR melalu gerakan kostraling sebagai pengamanan harga gabah.

Hal ini, sesuai arahan Mentan SYL produksi pangan harus jalan terus, dan petani menjadi garda terdepan di tengah kondisi wabah seperti ini. Namun tetap harus juga dijaga kondisi petani, tetap bekerja tapi harus hati-hati. (139)