Produksi Buah Naga Kutai Kertanegara Kembali Menggeliat

Senin, 14 September 2020, 16:28 WIB

Kukar masih memiliki potensi yang cukup luas untuk pengembangan buah naga seluas 67.869 ha dengan kondisi lahan dan agroklimatnya yang sesuai untuk budidaya buah naga. | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET --  Setelah sempat dihantam serangan penyakit beberapa tahun yang lalu, kini buah naga Kutai Kertanegara mulai menggeliat lagi. Ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sejak awal agar meningkatkan produksi melalui ekstensifikasi dan intensifikasi atau pengembangan kawasan dan pemeliharaan tanaman yang sudah ada.

Upaya peningkatan produksi antara lain dapat dilakukan melalui penerapan teknologi budidaya maju ramah lingkungan yang mengacu pada GAP dan SOP, serta pemilihan jenis buah yang memiliki prospek pasar baik dalam negeri terlebih pasar ekspor.

Geliat budidaya buah naga Kutai Kertanegara (Kukar) mulai muncul lagi di Kecamatan Samboja, Loa Janan dan Kecamatan Sebulu dengan total luas 152,25 ha dan produksi mencapai 703,6 ton. 

Salahsatu keunikan kebun buah naga di Kabupaten Kutai Kartanegara tiang pancang/panjatannya menggunakan kayu ulin yang sangat kuat dan kokoh, yang memang banyak terdapat di daerah ini.

Kelebihan lain yang dimiliki buah naga Kukar ini dapat panen sepanjang tahun karena wilayah Kukar terletak di garis equator sehingga intensitas matahari penuh sepanjang hari.

Tanaman buah naga membutuhkan penyinaran matahari penuh dengan intensitas sinar matahari sekitar 70-80%. Oleh karena itu di beberapa wilayah dengan intensitas sinar matahari yang sedikit, kebun buah naga diberi lampu untuk mempercepat umur panen.

Puncak panen buah naga pada wilayah ini adalah bulan April-Agustus. Buah naga yang dibudidayakan pada wilayah ini adalah buah naga merah.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menyatakan dengan kembali normalnya produksi buah naga Kukar tentunya sangat membantu meningkatkan penghasilan masyarakat di tengah pandemi COVID-19, dikarenakan tingginya permintaan pasokan buah di masa ini.

Bahkan pasokan dirasakan masih kurang untuk memenuhi permintaan pasar terutama pasar ekspor. Ini menunjukkan peluang usaha agribisnis buah naga masih sangat menjanjikan dan terbuka lebar. “Petani adalah insan tangguh yang tidak diam saja saat kebunnya diserang hama atau penyakit," ujarnya, Senin (14/9).

Berbagai upaya pun telah dilakukan Kementerian Pertanian dan Pemda setempat. Dinas Pertanian Kabupaten Kukar melakukan berbagai cara untuk mengembalikan kejayaan buah naga Kukar.

Saat ini Kukar masih memiliki potensi yang cukup luas untuk pengembangan kawasan buah naga. Terdapat lahan yang berpotensi untuk pengembangan seluas 67.869 ha. Lahan tersebut cocok karena kondisi lahan dan agroklimatnya sesuai untuk budidaya buah naga.

Senada, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman menyatakan pihaknya akan terus mendorong petani melakukan penerapan budidaya sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang mengacu pada Good Agricultural Practices (GAP) sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan pasar baik dari segi kualitas maupun kuantitas. 

“Terutama buah-buahan unggulan yang berpotensi ekspor seperti manggis, mangga, pisang, nenas, salak, durian, dan buah naga dengan berbagai program dan melibatkan seluruh stake holders terkait," jelas Liferdi. 

Dia juga mengapresiasi petani buah naga Kabupaten Kukar yang berhasil memproduksi buah naga bermutu bahkan di tengah pandemi. "Semoga produksi buah naga Kukar terus meningkat tidak hanya untuk pasar lokal namun juga untuk pasar ekspor yang masih terbuka lebar," tutup Liferdi. (357)