Informasi Publik Bidang Pertanian Terbuka Luas

Narji Cagur Tak Ragu Jadi Petani

Selasa, 15 September 2020, 16:47 WIB

Narji Cagur. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif terhadap berbagai sektor. Bahkan ekonomi global ikut merosot ke titik mengkuatirkan. Namun tidak semua demikian, pada sektor pertanian, makin banyak orang yang melirik.

Komedian Indonesia, Narji Cagur misalnya. Sekarang dia tak ragu memilih pertanian sebagai sumber penghasilan. Narji menggagas Kelompok Tani Sengketa di Kota Tangerang Selatan. Menurut dia, pertanian sangat penting bagi kehidupan masyarakat di seluruh dunia.

"Berawal dari sempitnya lahan di Tangerang Selatan, saya mengajar warga untuk memanfaatkan lahan yang bersengketa untuk ditanami berbagai macam tanaman. Alhamdulillah, hasilnya sangat luar biasa," kata Narji, Selasa (15/9).

Narji mengatakan saat ini masyarakat di daerahnya bisa meraup untung hingga Rp 2 juta dari hasil panennya. Tanaman yang ditanampun beragam, mulai dari singkong, umbi-umbian, tanaman hias, dan berbagai macam sayuran lainnya.

Selain itu, Narji juga menyampaikan pentingnya keterbukaan informasi publik di bidang pertanian. Menurutnya, dengan semakin terbukanya informasi terkait pertanian, masyarakat di desa bisa menyerap informasi dengan cepat dan akurat.

"Sebelumnya saya mendapat pengetahuan pertanian hanya melalui kelompok-kelompok tani saja, tetapi sekarang melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bisa dengan mudah mengakses informasi terkait pertanian, dan ini sangat membantu sekali," katanya.

Untuk itu, Narji berharap, Pemerintah semakin membuka akses keterbukaan informasi, khususnya dunia pertanian. "Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui informasi seputar pertanian, sehingga mereka tertarik terjun langsung bercocok tanam," tutupnya.

Pentingnya pemanfaatan perkarangan ditegaskan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Dalam berbagai kesempatan, Mentan SYL mengingatkan pandemi bisa menimbulkan ancaman krisis pangan. Untuk itu, dia mendorong masyarakat agar berupaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga melalui pemanfaatan lahan perkarangan.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi bagi keluarga, dapat mengurangi pengeluaran, bahkan meningkatkan pendapatan rumah tangga. 

“Masyarakat bisa mengoptimalkan perkarangan pangan mereka dengan menanam berbagai jenis tanaman sayuran. Kemudian, manfaatnya pun banyak karena mereka bisa memenuhi kebutuhan gizi keluarganya. Jadi, jika semuanya seperti ini maka di Indonesia tidak krisis pangan,” pungkas Agung. (139)