DDV Purwokerto Bantu Masyarakat, Gulirkan Program RT Mapan Gizi

Selasa, 22 September 2020, 18:35 WIB

Kegiatan ini akan berkelanjutan yang diharapkan dapat menjadi percontohan kawasan sehat, mengatasi kerawanan pangan, dan menumbuhkan kemandirian pangan keluarga. | Sumber Foto:Dompet Duafa

AGRONET -- Menurut prediksi banyak pihak pandemi COVID-19 belum akan berakhir dalam waktu dekat. Karena itu, sektor ekonomi dan kesehatan menjadi bidang yang paling krusial, menjadi perhatian semua pihak.

Setelah enam bulan dalam ketatnya protokol COVID-19 dan sulitnya memenuhi kebutuhan sehari-hari, satu RW (Rukun Warga) 04 Dusun Gabu, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, bersama-sama bergerak melalui program RT Mapan Gizi atau Rumah Tangga Mapan Gizi pada Minggu (20/9). Program ini diinisiasi oleh Layanan Kesehatan Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Tengah.

Kegiatan ini menyasar 320 KK penerima manfaat program dengan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan agar lebih produktif. Pada tahap awal ini bantuan bibit diberikan sebanyak 15-20 polibag dengan memanfaatkan kantong plastik bekas di setiap rumah. Bibit berupa tanaman obat keluarga, dan tanaman sayur mayur kebutuhan harian konsumsi rumah tangga seperti cabai, bayam, pepaya, sawi, dan terong.

Para relawan yang tergabung dalam Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Purwokerto menyebar ke tiap RT dalam kelompok kecil untuk melakukan pendistribusian, pendampingan, dan edukasi.

Ana (32), salah satu penerima manfaat, merasa senang karena mendapat banyak bantuan bibit untuk ditanam. Dia sebelumnya merupakan karyawan toko, dan dirumahkan karena adanya pandemi. Sebelumnya keluarga Ana juga mendaptkan bantuan satu ember budidamber (budidaya ikan dalam ember) dan sudah panen untuk keluarga dan dibagikan juga kepada tetangga.

Program pemberdayaan ini merupakan bagian dari program Kawasan Sehat berbasis RW yang sudah diinisiasi sejak Februari 2020 lalu.

Kawasan Sehat Dompet Dhuafa bertujuan menciptakan kawasan yang memiliki indikator-indikator kesehatan tertentu melalui kegiatan pemberdayaan, peningkatan kompetensi SDM, pengelolaan sumberdaya lokal, dan kemitraan. Tujuan akhirnya adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan individu pada kelompok sasaran. 

Di tengah pandemi seperti ini, faktor kesehatan masyarakat menjadi penting, apalagi pada kelompok-kelompok rentan terpapar seperti lansia dan orang dengan komorbid (memiliki penyakit penyerta).

Dalam program kawasan sehat, melalui kelompok-kelompok bentukan berupa Pos Sehat di tiap RT maka data individu dengan resiko tinggi terpapar sudah diklasifikasikan. Himbauan dan penyuluhan dengan kelompok-kelompok kecil ini secara mobile juga intensif dilaksanakan. 

Aan Julianto, selaku koordinator program, mengungkapkan kegiatan ini akan berkelanjutan. "Saya berharap kawasan ini nantinya dapat menjadi percontohan kawasan sehat, mengatasi kerawanan pangan, menumbuhkan kemandirian pangan keluarga," ujarnya.

LKC Dompet Dhuafa membuka kesempatan sinergi untuk pengembangan program bagi individu dan komunitas yang tertarik dalam program ini. (DD/357)