Bangun Food Estate, Kementan Perkuat Sinergi antar Lembaga dan Kementerian

Kamis, 24 September 2020, 08:40 WIB

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET --Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perlunya penguatan pangan nasional secara menyeluruh di tiap-tiap daerah. Langkah ini harus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya krisis pangan seperti yang disampaikan badan pangan dunia, FAO. Menurutnya, antisipasi tersebut bisa dilakukan melalui konsep food estate yang menggabungkan koperasi petani dengan koperasi pertanian.

Terkait hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku siap melakukan pengawalan secara ketat dengan menguatkan kerjasama antar lembaga dan kementerian terkait. "Kerjasama di lapangan sangat ketat tidak ada yang berjalan sendiri dan semua saling topang satu dengan yang lain," ujar SYL, Rabu (23/9).

Di lapangan, kata SYL, Kementerian Pertanian akan menguatkan aneka ragam tanaman pangan seperti subsektor hortikukultura, perkebunan, dan peternakan. "Komoditi kita kan bukan hanya padi saja, tetapi ada hortikultura, ada perkebunan, dan ada peternakan. Insyaallah penggarapan lahan 30 ribu hektare akan dilakukan bulan depan dan dilanjutkan dengan penanaman," katanya.

Secara teknis, minggu pertama di bulan Oktober akan dilakukan penggarapan lahan dengan menggunakan alat mesin pertanian traktor, drone, dan mesin-mesin lainya. Rencannya, penggarapan ini dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Presiden berharap mekanisasi dan teknologi pertanian bisa dilakukan di sana. Kita juga sudah menyiapkan sistem penaburan benih dan pupuk menggunakan drone dan kita juga memberdayakan petani. setelah kick off penanaman bisa cepat rampung di 30 ribu hektare," katanya.

Dengan kerjasama ini, Mentan berharap Indonesia memiliki lumbung pangan baru yang bisa menopang kebutuhan cadangan pangan nasional serta menghasilkan produksi pertanian berkualitas. "Kita berharap muara akhirnya ada pada industri. Kita tidak akan menjual gabah saja tetapi menjual beras berkualitas yang dapat masuk ke market place. Kalau ini ditata dengan baik maka bisa menjadi produksi yang berkualitas ekspor sehingga kita punya cadangan yang cukup dan dapat meningkatkan pendapatan nasional," tegasnya. (357)