Jokowi Sebut Proyek Food Estate Terkendala Lahan

Kamis, 24 September 2020, 09:23 WIB

Presiden Joko Widodo saat peninjauan lokasi food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan adanya sejumlah persoalan dalam proyek pembangunan food estate atau lumbung pangan di Indonesia. Salah satunya adalah kepemilikan lahan di area food estate.

"Masih terdapat beberapa masalah yang perlu segera diselesaikan, yaitu yang berkaitan dengan kepemilikan lahan di area food estate," kata Jokowi dalam rapat terbatas yang membahas tentang food estate secara daring dari Istana Merdeka, Jakarta,  Rabu (23/9).

Untuk itu, Jokowi menginstruksikan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Sofyan Djalil untuk menyelesaikan persoalan kepemilikan lahan di area food estate tersebut.

Di samping itu, Jokowi menambahkan, pemerintah juga akan  membangun food estate di dua provinsi, yakni Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara. Untuk di Kalimantan Tengah, food estate akan dibangun di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas.

Kemudian di Sumatra Utara food estate akan dibangun di Kabupaten Humbang Hasundutan. Setelah pembangunan selesai di dua provinsi ini, pemerintah akan melanjutkan pembangunan food estate di Papua, Sumatra Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun untuk pembangunan area food estate yang disiapkan di Kalimantan Tengah, yakni 148 ribu hektare (ha). Area itu masuk wilayah irigasi dan akan digunakan untuk menanam padi. "Kemudian area non irigasi seluas 622 ribu ha, yang ini akan dikembangkan untuk menanam singkong, jagung, dan lain-lain, serta peternakan," jelas Jokowi. (KBRN/591)