Kembangkan Usaha dan Fasilitas Pemasaran Online

Kementan-Bukalapak Resmi Bekerjasama

Kamis, 24 September 2020, 12:57 WIB

Mentan Syahrul Yasin Limpo (dua dari kiri) dalam rangkaian acara penandatanganan kerjasama antara Kementan dengan perusahaan e-commerce Bukalapak di areal Gedung Kementan Jakarta. | Sumber Foto:Humas BKP Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) resmi bekerjasama dengan perusahaan e-commerce Bukalapak, Kamis, 24 September 2020. Kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas usaha dan fasilitas pemasaran online untuk pelaku usaha di bidang pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo usai menyaksikan penandatanganan kerjasama mengatakan bahwa ini merupakan bukti kuat bahwa Indonesia memiliki kemajuan dan kemandirian usaha yang terus berkembang pesat secara modern. "Hadirnya Bukalapak yang bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menandakan pertanian kita tidak seperti dulu. Pertanian kita bersama Bukalapak menandakan pertanian modern yang terus berlangsung hingga saat sekarang ini," ujar Syahrul.

Mentan mengatakan kerjasama ini diharapakan mampu memutus mata rantai perdagangan yang selama ini merugikan para petani dan para pelaku usaha pertanian lainnya. "Mari kita putus mata rantai itu dengan menghadirkan Kostratani sebagai sumber informasi dan pada akhirnya melalui itulah terjadi transaksi antara pasar dan petani," katanya.

CEO Bukalapak, Rahmat Kaimuddin, mendukung upaya Kementan dalam mengembangkan usaha tani melalui sistem e-commerce. Bukalapak, kata Rahmat, siap membangun pertanian Indonesia melalui pemutusan mata rantai distribusi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga barang yang baik, dan pada sisi lain kesejahteraan petani ikut meningkat.

"Saya berharap rencana kerjasama tersebut bisa membawa manfaat bagi masyarakat banyak, sehingga melalui teknologi dari Bukalapak bisa membantu petani mendapatkan pasar untuk membuka hasil panennya dan meraih hasil yang menguntungkan," tutupnya. (591)