Kelengkeng Lumajang Dilirik Pasar Mancanegara

Selasa, 29 September 2020, 13:11 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kebun kelengkeng. | Sumber Foto:KBRN

AGRONET -- Kabupaten Lumajang memiliki salah satu potensi agro yakni Kelengkeng yang pangsa pasarnya dilirik luar negeri.

Bahkan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kebun kelengkeng, untuk membuktikan keberadaannya.

"Ini adalah potensi agro yang luar biasa yang dimiliki oleh Lumajang," ujar Khofifah saat meninjau kebun Kelengkeng di Desa Wonogriyo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lumajang, Minggu (27/9).

Khofifah mengaku, pernah menyaksikan pameran sebuah bisnis yang menawarkan kerjasama operasional dari luar negeri kepada masyarakat Jawa Timur, untuk investasi di Kelengkeng.

"Ini sudah puluhan tahun. Dan saya melihat ada kualitas yang menurut saya ini kuakitas terbaik dari buah kelengkeng yang pernah saya konsumsi," ungkapnya.

Khofifah mengatakan, apabila kelengkeng ini dibudidayakan lebih luas, dengan sertifikasi mulai dari bibit hingga tanahnya, maka bukan tidak mungkin potensi pangsa pasarnya tidak hanya di dalam negeri, namin hingga luar negeri.

"Ini pentingnya kami hadir, untuk melihat, bahwa semua persyaratan sertifikasi mulai dari benih, produk, lahan, ini harus dilengkapi," imbuhnya.

Gunadi, merupakan pemilik kebun Kelengkeng tersebut. Khofifah menceritakan, dibutuhkan orang orang seperti Gunadi, ditengah pandemi COVID-19 ini, namun tetap bertahan dengan berfikir di luar dari kebiasaan.

"Ini menurut beliau adalah petik pertama, tapi beliau mempunyai kebun di beberapa titik. Jadi teman-teman ikut menyaksikan betapa keuletan Pak Gunadi, pada saat pandemi COVID-19, beliau bisa menembus dengan giat ekonomi yang harus dilakukan dengan ketelitian, ketelatenan, dan seterusnya," katanya.

Di kebun Kelengkeng ini, Gubernur Khofifah mengajak Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, serta berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, serta meminta Bupati Lumajang, untuk menemukenali potensi agro tersebut. (KBRN/591)