Mentan SYL Inginkan Replikasi Pola Integrated Farming di Karanganyar

Sabtu, 17 Oktober 2020, 07:00 WIB

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengunjungi integrated farming di Desa Kragan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi integrated farming di Desa Kragan Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kementerian Pertanian tengah mendorong pengembangan pertanian terpadu (integrated farming) guna mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan lumbung pangan. Pola ini merupakan pengelolaan pertanian terpadu, di mana dalam satu hamparan dibudidayakan banyak komoditas. 

Dalam sambutannya, Syahrul sangat mengapresiasi penerapan integrated farming yang sudah dilakukan di Kabupaten Karanganyar dengan beragam komoditas dibudidayakan secara terintegasi. "Kalau mau desa ini baik, perbaiki pertaniannya, kalau mau kecamatan sejahtera, pertaniannya harus maju. Kalau mau ekonomi sebuah daerah baik, pertanian nya tingkatkan,“ kata Syahrul. (16/10)

Menurutnya, saat ini yang menyumbang untuk pertumbuhan ekonomi hanya pertanian. Pertumbuhan ekonomi yang dikontribusi adalah 16,4 %. Bahkan dari ekspor Januari ke Juli 2020 sebesar Rp 250 triliun. Tambah Agustus ekspor Rp 30 triliun. 

Selanjutnya Mentan menilai harus mulai mengkoorporasikan dan membenahi dari mulai hulu sampai hilir. "Kita perbaiki bibitnya, pupuknya dipenuhi, obatnya disiapkan, yang harus pakai mesin kita siapkan mesinnya. Dan diujungnya tidak ada lagi petani yang menjual gabah, petani harus jual beras,“ jelasnya panjang lebar. 

Untuk diketahui, pertanian terpadu dan budidaya ini dimiliki oleh Willy Suratman di atas lahan 1.000 meter. Dia mengintegrasikan air buangan dari kolam ikan dimanfaatkan untuk pengairan kebun pisang. Pada awalnya pembuangan air kolam disalurkan untuk budidaya padi, namun karena luas lahan yang terbatas, maka berganti menjadi budidaya pisang dan ternyata dinilai lebih menguntungkan. 

Willy juga mengembangkan magot sebagai pakan ikan berprotein tinggi. Campuran sisa pakan magot dari limbah pertanian dan cacahan pisang inilah yang sedang dikembangkan untuk budidaya jahe merah.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik upaya Kementerian Pertanian mengembangkan pola pertanian terintegrasi ini. "Kami akan kembangkan pola-pola seperti ini di wilayah Karanganyar, memanfaatkan lahan pekarangan dan mulai mengenalkan produk hilirisasi supaya menambah nilai kemanfaatan produk," tuturnya. (591)