Investasi Pengolahan Ikan Punya Prospek Cerah

Rabu, 28 Oktober 2020, 14:22 WIB

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meninjau industri pengolahan ikan tuna ekspor di kawasan pelabuhan samudra, Lampulo, Aceh. | Sumber Foto:KBRN

AGRONET -- Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman melakukan peninjauan industri pengolahan ikan tuna ekspor PT Yakin Pasifik Tuna (YPT) di kawasan pelabuhan samudra, Lampulo, Selasa (27/10).

Aminullah menyambut baik kehadiran PT YPT karena sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang menjanjikan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah demi kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.

“Dengan adanya kegiatan ekspor ikan tuna ini ke berbagai negara, maka dengan sendirinya hasil tangkapan ikan nelayan selama masa darurat covid-19 tetap normal dan harga ikan bisa terdongkrak kembali,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya perusahaan pengelolaan ikan ekspor ini, semakin banyak investor lainnya yang akan berinvestasi di Kota Gemilang, sehingga akan meningkatkan perekonomian warga dan menjadi nilai tambah untuk pendapatan daerah. Pihaknyasiap menerima kedatangan investor. 

"Kami akan memberi kemudahan perizinan serta penyediaan lahan. Kehadiran investasi akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Ia juga mengatakan dengan adanya perusahaan ini akan membawa dampak yang positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar, dan juga penyerapan tenaga kerja di Kota Banda Aceh.

“Ini peluang bagi terbukanya lapangan pekerjaan yang besar bagi masyarakat kota sehingga roda perekonomian dapat tumbuh dengan cepat dan meningkatkan daya saing dengan daerah lain,” harapnya.

Direktur PT Yakin Pasifik Tuna, Almer Havis, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Banda Aceh yang telah memberikan kemudahan dalam segala hal dan atas dukungan wali kota yang diberikan selama ini.

Ia menambahkan bahwa untuk sekarang ini pihaknya sudah mengirimkan ribuan ton per tahun untuk ikan tuna sirip kuning dan tuna tongkol ke Jepang. Bulan depan akan mengekspor ke brunei dan juga thailand ucapnya. (KBRN/357)