Rosela Varietas Roselindo 1 Menjaga Imunitas Tubuh

Selasa, 24 November 2020, 07:19 WIB

Bunga Rosela. | Sumber Foto:Balitbangtan

AGRONET -- Di saat pandemi seperti sekarang ini, masyarakat mulai melirik berbagai macam tanaman herbal yang dapat menjaga imunitas tubuh. Salah satunya adalah tanaman rosela.

Manfaat yang ada pada bunga rosela tentunya tidak lepas dari zat-zat gizi yang dikandungnya. Bunga rosela mengandung beberapa vitamin di antaranya adalah vitamin C, vitamin B3 (niasin), vitamin B9 (folat).

Selain vitamin, bunga rosela juga banyak mengandung beberapa jenis mineral seperti zat besi, kalsium, seng, natrium, fosfor, magnesium, dan kalium. Rosela juga kaya akan kandungan antosianin yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), dalam rilisnya (23/11) menjelaskan mereka telah menghasilkan teknologi varietas tanaman rosela dengan nama rosela herbal varietas roselindo 1.

Keunggulan rosela herbal varietas roselindo 1 (jenis merah) merupakan varietas hasil seleksi massa dari genotype rosela herbal yang sudah dikembangkan di masyarakat secara luas karena memiliki keunggulan produksi dan kandungan vitamin C dan antosianinnya tinggi.

Varietas Roselindo 1, mempunyai produktivitas kelopak kering 56,70 + 15, 51 g, vitamin C 345, 4 mg/kg. Toleran terhadap Fusarium sp., peka terhadap fotoperiodisitas dan adaptasi luas.

Rosela dapat digunakan untuk pembuatan teh rosela, sirop, selai, jelli, salad buah, saus, jus, pewarna alami, cuka rosela, dan lain-lain. Memiliki kandungan vitamin C, A, B1, B2, D dan niasin serta antosianin, gossipectin, glucoside, hibiscin dan flavonoid yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit yang diakibatkan oleh radikal bebas seperti darah tinggi, ginjal, diabetes, jantung koroner, dan lain-lain dan sebagai bahan pencegah kanker mulut rahim.

Sangat cocok dikembangkan di lahan sawah tadah hujan, lahan kering dan lahan marginal (PMK, gambut bahkan lahan berbatu). Tumbuh baik di dataran rendah sampai sedang. Dapat meningkatkan hasil + 30-60 persen dari rata-rata nasional. (Balitbangtan/357)