Hindari Kerumunan, Bazar PMT Kementan Terapkan Jemput Bola

Kamis, 26 November 2020, 11:55 WIB

Kegiatan bazar PMT Kementan yang jemput bola ke tengah masyarakat guna memenuhi kebutuhan pangan yang terjangkau dan berkualitas. | Sumber Foto:Humas BKP Kementan

AGRONET -- Menjelang perayaan Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, sebagaimana pengalaman tahun-tahun sebelumnya, beberapa harga bahan pangan pokok cenderung mengalami kenaikan seiring naiknya permintaan masyarakat. Mengantisipasi hal tersebut berbagai upaya dan langkah strategis telah dan akan terus dilakukan pemerintah.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan menegaskan jajarannya berkonsentrasi penuh dalam upaya menjaga stabilitas pasokan pangan khususnya pada 11 komoditas pangan pokok.  

Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Pasar Mitra Tani/TTIC melakukan beberapa langkah antisipasi, di antaranya memastikan ketersediaan/stok dan pasokan bahan pangan, serta menggelar bazar atau gelar pangan murah. 

Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, kegiatan bazar dilaksanakan oleh PMT dengan menerapkan sistem jemput bola. "Bazar kali ini tujuannya untuk meredam dan mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 tanpa harus berkerumun untuk membeli bahan pangan,” ujar Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Rabu (25/11). 

Bagi masyarakat yang membutuhkan bahan pangan, dapat memesan jenis dan jumlah bahan pangan yang dibutuhkan ke kantor Kecamatan/Kelurahan/RW/RT. PMT/TTIC memasok bahan pangan sesuai jumlah pesanan masyarakat ke lokasi yang ditentukan, dan pengurus RT/RW/Kelurahan/Kecamatan yang akan mendistribusikan atau membagi ke masyarakat sehingga tidak terjadi kerumunan.

Cara ini menjadi pilihan di masa pandemi Covid-19 agar masyarakat tetap dapat memperolah bahan pangan yang murah dan berkualitas, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. 

Selain itu, lanjut Agung, PMT juga bekerja sama dengan jasa penjualan dan pengiriman online, sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk memperoleh bahan pangan. Ke depan, juga akan dibuat marketplace PMT untuk mengakomodir seluruh PMT dan membantu petani/produsen bahan pangan dalam menjual produk pangannya. Hal ini bertujuan memotong mata rantai distribusi pangan, membantu petani mendapat harga jual yang layak serta konsumen mendapat harga yang lebih terjangkau.  

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan, Risfaheri, mengungkapkan bazar dilaksanakan secara bertahap mulai Senin 23 November 2020 pada 10 kelurahan yang ada di DKI Jakarta, yaitu Kelurahan Pasar Minggu, Mampang, Kalideres, Pesanggarahan, Koja, Grogol, Cempaka Putih Barat, Bendungan Hilir, Penjaringan, dan Manggarai Selatan, serta 1 Kelurahan Tanah Baru, dan Kota Depok. 

Komoditas yang ditawarkan fokus pada sepuluh bahan pangan pokok/strategis, yaitu beras, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras. 

“Hari pertama (23/11) kita kirim bahan pangan ke Kelurahan Pasar Minggu dan Bendungan Hilir. Hal ini akan terus kita lakukan hingga menjelang Tahun Baru 2021 sehingga diharapkan harga dan pasokan tetap stabil dan aman," ujar Risfaheri. 

PMT/TTIC berkomitmen penuh sebagai penyedia pangan murah berkualitas. Harga beberapa komoditas yang dijual di PMT antara lain beras Rp 8.800,-/kg, minyak goreng Rp 11.000,-/pack, cabai merah keriting Rp 27.000,-/kg, dan cabai rawit merah Rp 21.000,-/kg. Kemudian bawang merah Rp 27.000,-/kg, bawang putih Rp 17.500,-/kg, daging ayam beku Rp 30.000,-/kg, telur ayam ras Rp 22.500,-/kg, gula pasir Rp 12,000,-/kg, dan daging sapi beku Rp 70.000-80.000,-/kg. (357)