Kementan Remajakan RPH Untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan

Minggu, 10 Januari 2021, 11:44 WIB

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke Rumah Potong Hewan (RPH) Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung Kabupaten Gowa untuk mewujudkan program super prioritas pertanian (SPP) subsektor peternakan untuk dikembangkan di kawasan rumah potong hewan (RPH) Tamarunang. Kawasan ini diharapkan dapat dikembangkan dari hulu ke hilir, dan nantinya dapat diaplikasikan di daerah lain.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam kunjungannya ke Gowa mengatakan RPH segera di modernisasikan oleh Pemda setempat. "Saya diundang oleh Bupati Gowa untuk melihat RPH sudah dalam proses modernisasi. Beliau ingin RPH ini dioptimalisasi dan disinergikan dengan konsep mendorong pemenuhan kebutuhan subsektor peternakan atau ternak yang ada di seluruh Indonesia," kata Syahrul saat berkunjung ke Rumah Potong Hewan (RPH) Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sabtu (9/1).

Syahrul mengatakan akan mendukung kemajuan daerah di Indonesia seperti Kabupaten Gowa. Kata, Syahrul, nanti konsep dari modernisasi RPH dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gowa sedangkan Kementan akan mendukung dalam merealisasikannya.

"Oleh karena itu, kita sepakat hari ini dengan Bupati Gowa untuk bisa mempersiapkan RPH ini lebih baik lagi. Tentu saja ini dimulai dari budidaya sapi yang makin kuat sebagai bagian hulu nya. Yang kedua, RPH ini harus memenuhi higienitas, sesuai standar kesehatan dari peternakannya, dagingnya, sehingga produk peternakan Gowa ini nantinya dapat bersaing dengan produk impor," ujar Syahrul.

Ia juga menambahkan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, upaya pengembangan sektor pertanian dilakukan dari hulu ke hilir, prosesnya tidak putus. Nantinya, pengembangan RPH Gowa tidak hanya sapi potong, sapi budidaya, tapi juga sapi susu. Menurut Mentan, Kabupaten Gowa sejak dulu memang penghasil  susu, sehingga ini perlu ditingkatkan lagi.

"Jadi  bukan hanya mengembangkan sapi, tapi kemudian setelah Idul Fitri semua sapi dipotong, tidak lagi berlanjut karna tidak ada industrinya. Tidak ada hulu dan hilirisasinya yang jelas. Jadi mari kita coba," ucap Syahrul.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah, mengatakan RPH Tamarunang terletak di Kabupataen Gowa yang dibangun pada tahun 2000 sebagai RPH termodern di Indonesia timur saat itu.

"Permintaan kebutuhan daging yang makin meningkat dan semakin berkualitas. Hampir seluruh peralatan pendukung yang modern yang pernah dimiliki kini perlu diremajakan," tegasnya. 

Dirjen PKH meminta RPH ini difungsikan kembali sebagai salah satu mata rantai di hilir usaha peternakan sapi potong.

Di kesempatan yang sama, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan kepercayaan dari Kementan merupakan sebuah kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Gowa. 

Adnan yakin bahwa RPH yang akan segera dikembangkan di Kabupaten Gowa akan memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat Kabupaten Gowa. Sehingga Kabupaten Gowa ke depan bisa lebih baik dan masyarakatnya makin sejahtera. (357)