Permintaan Buah dan Sayur Tinggi

Subsektor Hortikultura Tumbuh Positif

Sabtu, 06 Pebruari 2021, 18:07 WIB

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto. | Sumber Foto:Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Sektor pertanian tumbuh positif di tengah melemahnya perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19. Namun pada sektor pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik bruto (PDB) pertanian tumbuh sebesar 2,59 persen secara year on year (yoy) pada kuartal IV 2020.

Pencapaian ini juga disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, akhir Januari. Mentan menyatakan sektor pertanian memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional.

“Kerja keras Kementan selama satu tahun memperlihatkan hasil positif. Hal ini terlihat dari indikator capaian makro tahun 2020 bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sekalipun di tengah pandemi Covid-19,” papar SYL.

Pertumbuhan positif sektor pertanian dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah komoditas hortikultura yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,85 persen. Ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan buah dan sayur selama pandemi Covid-19.

"Komoditas hortikultura juga tumbuh 7,85 persen karena permintaan buah-buahan dan sayuran selama pandemi Covid-19," ujar Kepala BPS, Suhariyanto.

Peningkatan produksi hortikultura yang cukup tinggi terjadi pada komoditas pisang sebesar 8,38 persen, mangga sebesar 2,86 persen, dan cabai rawit sebesar 12,33 persen. Pada 2021, Kementan akan terus meningkatkan produk hasil hortikultura, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, dalam paparannya mengungkapkan ada tiga strategi utama pengembangan hortikultura 2021-2024, yaitu 1) Pengembangan Kampung Hortikultura, 2) Penumbuhan UMKM Hortikultura, dan 3) Digitalisasi pertanian melalui pengembangan sistem informasi.

Dalam mengembangkan Kampung dan UMKM Hortikultura, Prihasto menjelaskan perlu adanya integrasi yang baik dari hulu ke hilir. "Dimulai dari sisi hulu, Ditjen Hortikultura akan berfokus pada peningkatan kualitas perbenihan dan tata kelola produksi ramah lingkungan," jelas Prihasto, Sabtu (6/2).

Sementara dari sisi hilir, ujar Prihasto, fokus diutamakan pada fasilitasi bahan baku industri, mendukung ketahanan pangan dan mendukung ekspor. Kedua sisi ini akan saling terintegrasi untuk mewujudkan pengembangan kawasan komoditas hortikultura yang optimal.

Sementara itu, terkait digitalisasi pertanian, Prihasto memaparkan sejumlah sistem informasi dan platform yang diinisiasi oleh Ditjen Hortikultura. "Mendukung era 4.0, Ditjen Hortikultura merancang sistem informasi dan platform hortikultura digital yang dapat digunakan baik petani, pengusaha, maupun masyarakat umum. Di antaranya Early Warning System, Registrasi Kampung Hortikultura, SIG OPT Hortikultura, Horti Trade Room, serta IMOFC,” pungkasnya. (591)

BERITA TERKAIT