Wujudkan Pertanian Maju, Kementan Libatkan TNI

Rabu, 24 Pebruari 2021, 22:49 WIB

Pengaplikasian Anti Gulma Alami (25/2) | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

 

AGRONET -- Untuk membangun pertanian maju mandiri dan modern sekaligus meningkatkan ketahanan pangan, Kementerian Pertanian merangkul TNI Angkatan Darat (AD). Pihak TNI dilibatkan karena memiliki kemampuan mendampingi petani di seluruh daerah.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, keterlibatan TNI sangat dibutuhkan untuk membantu Kementan dalam mempercepat penyediaan pangan nasional.

"Memajukan pertanian, serta mewujudkan ketahanan pangan, bukan hanya tugas insan pertanian. Tetapi juga tugas kita semua. Dan TNI memiliki kemampuan merangkul serta mendampingi petani di penjuru daerah," terang Mentan SYL.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

"Jika ingin pertanian maju, libatkan semua lini, bergerak membangun pertanian. Tingkatkan kualitasnya, kalau perlu hadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian," tukasnya.

Salah satu meningkatan kualitas SDM serta inovasi bisa dilakukan melalui sekolah vokasi pertanian, seperti halnya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari.

Polbangtan Manokwari sendiri melakukan berbagai kegiatan untuk memperkuat hal itu, salah satunya dengan kegiatan bimbingan teknis budidaya komoditi tanaman pangan hortikultura dan pemeliharaan ternak yang melibatkan anggota TNI sebagai peserta. Sedangkan pengajar adalah dosen Polbangtan Manokwari.

Pada Bimtek yang berlangsung di Batalyon Infenteri 761/KA di Walmare kabupaten Manokwari ini, para personil TNI diajarkan cara menghasilkan sebuah herbisida yang dapat membantu dalam pengendalian gulma.

Wakil Direktur III Polbangtan Manokwari, Carolina D. Mual, menerangkan melalui kegiatan ini anggota TNI diberikan pengetahuan cara memelihara tanaman pangan dengan baik dan benar. Sehingga produktivitas dapat meningkat dan jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya.

"Kita harus punya semangat untuk selalu menjaga dan merawat tanaman dengan memberikan asupan makanan berupa pupuk dan membasmi hal-hal yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman," terang Caroline.

Selain cara budidaya, diajarkan cara membuat pengandali rumput yang sederhana, dengan tidak merusak tanaman inti.

"Dengan membuat anti gulma sendiri kita mampu menghemat biaya. Jadi herbisida yang dibuat ini hanya mematikan rumpu yang dapat menghambat pertubuhan tanaman tanpa mematikan tanaman yang kita tanam," tambah Caroline. (Humas BPPSMP/269)