Lewat Penyuluhan, Polbangtan Kementan Dorong Siswa SMK Cintai Pertanian

Sabtu, 05 Juni 2021, 17:09 WIB

Mahasiswa Polbangtan Manokwari dalam penyuluhan pertanian dihadapan siswa siswi SMK | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET -- Tongkat ekstafet pembangunan pertanian terus bergulir.  Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam menumbuhkan rasa cinta pertanian melalui kegiatan penyuluhan pertanian.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementan yang berada di Manokwari melakukan penyuluhan tentang Hidroponik terhadap generasi zelenial yaitu siswa SMK 6 Masni. Penyuluhan dilakukan secara langsung di lokasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Prafi, Papua Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan hidupnya pertanian adalah hidupnya bangsa termasuk generasi milenial. “Saatnya sekarang berbicara pertanian yang maju, mandiri dan modern. Sebab pertanian Indonesia merupakan pilar regenerasi bangsa.” ungkapnya.

Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyatakan fokus dan update untuk mendukung pencapaian program aksi dari Menteri Pertanian.

“Salah satu upaya yang dilakukan dengan revitalisasi peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan melalui Kostratani, penyerapan 50 juta tenaga kerja dan penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial serta swasembada pangan dan peningkatan ekspor komoditas pertanian”, terang Dedi.

Penyuluhan yang menggunakan metode paparan dan diskusi tentang hidroponik dipandu langsung oleh duta petani milenial papua dan papua barat Malahayati yang juga merupakan Mahasiswi Polbangtan Manokwari

Didampingi oleh Kepala BPP Prafi Jaka Mastuti dan Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Manokwari serta Duta Petani Milenial Malahayati, 30 siswa SMK 6 berkeliling sekitar BPP untuk melihat sarana hidroponik secara berkelompok dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Oeng Anwarudin, Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (UPPM) Polbangtan Manokwari menyampaikan bahwa Pertanian hidroponik sangat diminati karena dalam pelaksanaannya yang praktis, modern dan dapat didesain sesuai minat pengelola.

“Bertani hidroponik efisien dalam pemanfaatan lahan karena tidak memerlukan lahan yang luas tidak harus berkubang dengan lumpur dan kotoran sehingga dilirik para petani pemula dan kaum muda.” Jelas Oeng.

Pada salah satu demonstrasinya, ditampilkan juga pertanian dengan memanfaatkan Internet of Thing (ToT). contoh tersebut merupakan pertanian dikelola dengan sangat modern dimana petani bisa mengkontrol kapan harus menyiram, berapa lama dan berapa kapasitas air yang disiramkan. Hal ini karena pengelolaan pertanian tersebut sudah menggunakan aplikasi yang dapat dikendalikan dari handphone. (BPPSDMP/269)