Tingkatkan Pengetahuan Petani, Mahasiswa Polbangtan Kementan Lakukan Penyuluhan POC

Kamis, 10 Juni 2021, 11:26 WIB

Penyuluhan POC oleh Mahasiswa Polbangtan Manokwari | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Tingkatkan pengetahuan petani di Papua Barat, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kementerian Pertanian yang berada di Manokwari, Papua Barat, memperkenalkan pupuk organik cair (POC) ke petani.  Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, (SYL), mengatakanpeningkatan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian perlu diprioritaskan.

"Petani-petani muda sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam gerakan pembaruan pembangunan jawaban pertanian," tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan generasi muda atau yang saat ini bisa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan.

“Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian," katanya.

Dedi menambahkan, dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia.

"Pertanian Indonesia bisa dimajukan secara modern dan berorientasi ekspor agar Indonesia menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” ujarnya.

Sebagai generasi milenial yang kreatif dan cermat dalam membaca peluang, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari melakukan inovasi dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak dalam hal ini sapi untuk perawatan tumbuhan.

Tak hanya itu, mereka pun mencoba untuk mengajak masyarakat pada umumnya dan generasi milenial lainnya melalui kegiatan penyuluhan.

Amelia Sepang adalah salah satu mahasiswa Polbangtan Manokwari yang melakukan penyuluhan di BPP Tondano Selatan, Sulawesi Utara, dengan materi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC).

Didampingi salah satu dosen Polbangtan Manokwari, Carolina Diana Mual, Amelia memastikan penyuluhan yang dilakukan dengan baik.

Sementara Carolina menyatakan bahwa penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa diharapkan dapat membantu dan memfasilitasi para petani untuk mencapai tingkat usahatani yang lebih efisien dan produktif.

“Di sisi lain mahasiswa juga dapat menerapkan apa yang diterima di kampus kemudian diterapkan dalam lingkungan masyarakat,” tutur Carolina. (BPPSDMP/269)