Resmi Dibuka, Ini Keseruan The 2nd MIA Expo Kementan

Sabtu, 12 Juni 2021, 19:41 WIB

Pembukaan 2nd MIA Expo Kementan (12/6) | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET – Setelah sukses mengadakan Millenial Indonesian Agropreneur (MIA) Expo di Bogor pada April 2019, kembali Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggelar The 2'nd MIA Expo 2021 di Atrium Plaza Ambarrukmo Yogyakarta pada (12-13/06). Melalui kegiatan ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak generasi muda untuk meningkatkan potensi serta kemampuannya dalam sektor pertanian.

"Pertanian itu Sexy, Pertanian itu potensial, Pertanian itu menjanjikan maka kalian harus bangga menjadi petani serta entrepreneur muda di sektor pertanian", ungkap Menteri SYL.  Tanggapan pun datang dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku tuan rumah hadir secara virtual.  “Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah menyampaikan Beri aku seribu orang tua niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan ku guncang dunia,'' sebut Sri Sultan.

Sang Gubernur sangat berharap pemuda kembali kedaerah dan mengembangkan sektor pertanian yang sejalan dengan Program Kementan dengan target penumbuhan dan pengembangan petani milenial sebanyak 2,5 juta pada tahun 2024.  "The 2'nd Millenial Indonesian Agropreneurs (MIA) Expo digelar dalam rangka mewadahi para petani milenial untuk saling bertukar pengalaman serta membangun jejaring antar wirausahawan muda pertanian",tambahnya.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat membuka acara menjelaskan 10 tahun yang akan datang situasi akan berubah, petani yang sekarang sedang produktif maka akan memasuki usia pensiun. Regenerasi petani tua ke petani muda harus segera dilaksanakan.

"Petani milenial itu cerdas, melek terhadap IPTEK, dan memiliki adrenalin yang luar biasa, pembangunan pertanian harus menjadi milik anak-anak muda," ujar Dedi.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan bahwa kunci sukses sektor pertanian adalah peningkatan produktivitas. Upayanya harus dimulai dari permodalan hingga pasca produksi.

"Value added produk pertanian ada di pasca produksinya, komoditas hasil pertanian harus diolah dan dikemas dengan baik baru dijual, maka keuntungannya akan berlipat. Itu semua anak muda yang mampu melakukannya”, ujar Dedi.

Menurutnya melalui acara ini akan muncul millenial agropreneur yang luar biasa dan terbentuk jaringan yang kuat antar mereka hingga pada akhirnya mereka mampu menampilkan produk-priduknya dari level domestik hingga mancanegara," tutur Dedi.

Turut hadir memberikan dukungan pada kegiatan ini jajaran pimpinan Daerah Istimewa Yogyakarta, UPT Kementan, UPT pendidikan lingkup Kementan, Perbankan dalam hal ini Bank Mandiri, Universitas Gadjah Mada, Stakeholder, Duta Petani Milenial dan Duta Petani andalan. serta entrepreneur milenial yang berasal dari Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).

Mengusung tema ‘Milenial Agropreneur, Penghela Agroeduwisata dan Ekonomi Kreatif’, The 2'nd MIA Expo menghadirkan produk-produk unggulan seperti Akway, Kopi Jamu, Aneka produk olahan hingga alat dan mesin pertanian hasil inovasi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). Untuk menghindari resiko penyebaran covid 19, panitia menerapkan registrasi dengan scan barcode serta pembayaran secara cashless melalui Mastore.co.id.

Diakui sebagai produk unggulan, Direktur Polbangan Manokwari, Purwanta memaparkan isotonik akway merupakan salah satu minuman berbahan baku tanaman obat asli tanah Papua yang telah terbukti dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.  “Minuman ini sangat bermanfaat terlebih ditengah merebaknya virus covid sembilan belas,” pungkas Purwanta. (BPPSDMP/269)