Isotonik Akway Polbangtan Manokwari Raih Juara The 2nd MIA Expo Kementan

Senin, 14 Juni 2021, 17:47 WIB

Penyerahan Secara Simbolis Penghargaan Isotonik Akway sebagai juara di The 2nd MIA Expo Kementan | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Produk isotonik Akway yang menjadi produk andalan PWMP Polbangtan Manokwari ini mampu memikat pengunjung hingga pada akhirnya mendongkrak penjualan di stand ini. Dalam 2 hari mereka mampu meraih omzet di atas Rp 5 juta.

Keberhasilan serta semangat yang di perlihatkan oleh PWMP Polbangtan Manokwari, diapresiasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

"Hal ini membuktikan jika pertanian itu menjanjikan, maka generasi milenial harus bangga menjadi petani serta entrepreneur muda di sektor pertanian," tutur Mentan SYL.

Perhelatan akbar, The 2'nd Millenial Indonesian Agropreneurs Expo 2021, baru saja selesai dilaksanan di Ambarukmo Plaza Daerah Istimewa Yogyakarta, 13 Juni 2021.

Gemuruh kemeriahan masih sangat terasa bagi seluruh peserta dan pengunjung pameran, tak terkecuali peserta dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari yang berhasil mendapatkan Juara 1 MIA Award 2021.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan acara ini milenial agropreneur yang luar biasa dan terbentuk jaringan yang kuat antar mereka hingga pada akhirnya mereka mampu menampilkan produk-produknya dari level domestik hingga manca negara.

“Melalui kegiatan The 2nd Milennial Indonesian Agropreneur (MIA) Expo 2021 dapat menjadi wadah bagi para petani milenial untuk saling bertukar pengalaman serta membangun jejaring antar wirausahawan muda pertanian," tambahnya.

Sementara pendamping dari Polbangtan Manokwari, Farid Maulana, menjelaskan Kayu Akway yang dijadikan isotonik bermanfaat untuk stamina pria dan menjaga daya tahan tubuh.

"Kita mengolahnya menjadi sebuah minuman segar yang dikonsumsi langsung. Kelompok inovator Isotonik Akway ini adalah Papua Sehat,“ beber Farid Maulana.

Sekilas, sulit bagi orang awam membedakan kulit kayu akway. Karena, mirip dengan kulit kayu manis atau bahkan kayu secang. Kayu akway memiliki diameter yang lebih besar. Dari hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun, kulit batang, dan akar dari kayu akway ini terbukti bahwa kayu akway mengandung senyawa afrodisiak seperti saponin, alkaloid, dan steroid.

Secara tradisional dan penelitian, kulit kayunya memang dipakai sebagai obat kuat.

"Hanya saja, masyarakat Papua tak jarang memanfaatkan tanaman akway untuk penyembuhan sakit pada persendian dan obat kudis. Sementara itu untuk wanita, tanaman ini bermanfaat untuk mengatur jarak kelahiran dan mengurangi rasa sakit saat haid," katanya.

Isotonik hasil karya Papua Sehat ini dikemas dalam bentuk botol 350 ml, dan memiliki rasa yang unik karena ada rasa pedas sedikit. Bahkan bagi yang sudah mengkonsumsi dalam keadaan kurang fit, bisa langsung terasa segar.

Farid menuturkan permintaan Isotonik Akway ini sudah banyak hingga ke Medan.

“Setiap kita ikut pameran, ini memang best sellernya. Sehingga memang sudah banyak yang tahu dan langsung diborong,” tuturnya.

Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta, yang hadir mendampingi timnya, mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari seluruh civitas Academica Polbangtan Manokwari.

“Capaian Polbangtan Manokwari di acara The 2'nd MIA Expo 2021 membuktikan walau berada jauh di tanah papua, Polbangtan Manokwari siap mendukung regenerasi pertanian serta mewujudkan mahasiswa yang mandiri, professional dan berjiwa wirausaha dalam konteks pertanian maju, mandiri dan modern,” kata Purwanta. (BPPSDMP/269)