Olahan Cabai oleh KWT di Grobogan

Cabai Lokal Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 24 Juni 2021, 22:23 WIB

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto (tengah) saat meninjau langsung usaha cabai olahan di Grobogan Jawa Tengah. | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Kementerian Pertanian sangat mengapreasi kinerja KWT Makendang Jaya yang diketuai oleh Ibu Endang di Desa Gedeng Adal, Kec. Toroh, Kab. Grobogan. Endang menceritakan bahwa awal usahanya terinsprisasi dari kebiasaan sang ibu yg suka mengeringkan cabai dalam kantong plastik. Kini usaha sambal bubuk dengan merek Chilia telah berkembang pesat dan telah dipasarkan ke berbagai kota seperti Kab. Blora, Rembang, Pati, Semarang, Malang bahkan telah menjangkau pasar ekspor di Malaysia. 

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto yang ditemui di sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, mengaku sangat bangga dengan kiprah dan dedikasi KWT ini. Kementan, dalam hal ini Ditjen Hortikultura sangat mendukung usaha tersebut dengan mengalokasikan sarana pengolahan cabai yang diberikan pada tahun 2019, dan terbaru yaitu solar dome dryer di tahun 2020. Kedua bantuan tersebut sangat membantu proses pengeringan cabai sampai dengan siap olah.

"Saya hadir di sini ditugaskan oleh Bapak Menteri ke lapangan sekaligus melihat potensi ekspor dari masing-masing kabupaten. Produk cabai olahan ibu Endang ini sudah sangat luar biasa. KWT nya aktif dan ulet berinovasi dan mencari pasar," terang Anton panggilan akrabnya, Kamis (24/6).

Beliau berharap produk olahan ini bisa go internasional dan mampu ekspansi ke pasar eropa saat pameran fruit and coffee yang rencananya diselenggarakan di tahun ini. 

Endang sekaligus ketua usaha KWT menyampaikan sangat terbantu dengan bantuan dari Ditjen Hortikultura selama ini.  Menurutnya solar dome dryer mampu mengeringkan 50 kg cabai segar 3-5 hari saja dibandingkan cara konvensional.

Dengan biaya produksi yang tidak terlalu tinggi, harga jual sambal Chilia ini pun sangat terjangkau yaitu Rp 10.500 per botol dengan aneka rasa seperti teri, udang, cumi, dan original. Bahkan kemasan sachet hanya Rp 1.000 saja. Tidak hanya berhenti pada satu jenis produk, KWT juga terus berupaya melakukan inovasi dan menjalin berbagai kerjasama untuk dapat memasarkan produknya.

Dengan cita rasa yang nikmat, tidak salah jika Prihasto mengharapkan produk ini terkenal bukan hanya di Indonesia bahkan di dunia dengan slogan "Dari Grobogan Cabai Lokal Mampu Mendunia". (357)