Polbangtan Manokwari Fasilitasi Pelatihan 1 Juta Penyuluh Wilayah Papua-Papua Barat

Senin, 05 Juli 2021, 22:34 WIB

Mahasiswa Semester 3 Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan Polbangtan Manokwari bersama PPL setempat melakukan Identifikasi Potensi Wilayah | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas diperlukan demi terwujudnya tujuan pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.  Peningkatan kompetensi SDM menjadi prioritas Kementerian Pertanian.  Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan di Indonesia Timur, Polbangtan Manokwari memfasilitasi pelatihan 1 juta penyuluh wilayah Papua dan Papua Barat.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebutkan, “SDM pertanian yang berkualitas menjadi prioritas Kementan. Untuk itu perlu adanya pelatihan penyuluh dan petani untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.”  Perkembangan dunia pertanian sangat pesat dan perubahannya sangat cepat. Untuk itu, penyesuaian harus dilakukan.

Himbauan pun terlontar agar penyuluh dan petani dapat bergabung dalam pelatihan sejuta petani. “Dengan demikian, seluruh program pertanian akan terakselerasi dengan baik dan hasilnya maksimal untuk kesejahteraan," kata Menteri SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi pun menegaskan, “Kementan tetap berkomitmen untuk terus memajukan kompetensi SDM pertaniannya. Sebab, pertanian memiliki posisi penting terkait ketahanan pangan.” Salah satu upaya yang dilakukan BPPSDMP yang tertuang dalam rilis 5 Juli 2021 – 766/Humas dengan mengelar pelatihan bagi Penyuluh dan Petani dengan mengangkat tema pelatihan Pengelolahan Kesuburan Tanah dengan target peserta 1,5 juta petani dan penyuluh.

Tercatat 1.460.197 orang petani dan 39.803 orang penyuluh, dari komposisi target total tersebut, masing-masing penyuluh akan mengikutsertakan 2 kelompok tani.  Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta menyebutkan untuk terus berkoordinasi terkait agenda tersebut. "Jadwalnya masih tentative kami belum tahu karena kondisi PPKM saat ini. Diharapkan penyuluh paling tidak mengajak 20 anggota taninya untuk ikuti pelatihan secara online maupun offline. Topiknya terkait dengan kesuburan tanah,” jelas Purwanta. (BPPSDMP/269)