Ekspose Pangan Lokal 2021

Kementan Dorong Produk UMKM Pangan Lokal Go Digital

Kamis, 23 September 2021, 14:50 WIB

Plt. Kepala BKP Sarwo Edhy saat meninjau stand produk pangan lokal dalam rangkaian pembukaan Ekspose UMKM Pangan Lokal yang berlangsung di Mall Kuningan City, Jakarta Selatan. | Sumber Foto:Agronet

AGRONET -- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pangan lokal agar mampu meningkatkan produksi, kualitas, berdaya saing, dan go digital, sehingga masyarakat makin mengenal pangan lokal sebagai substitusi karbohidrat alternatif pengganti nasi atau beras. Terlebih Indonesia memiliki sumberdaya pangan lokal yang beragam sebagai sumber karbohidrat.

Demikian disampaikan Plt. Kepala Badan Ketahan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan), Sarwo Edhy, saat membuka Ekspose Pangan Lokal 2021 yang berlangsung di Mall Kuningan City, Jl. Prof. Dr. Satrio, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/9).

"Kementan akan terus melakukan pembinaan UMKM  pertanian secara bertahap, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pangan lokal, sehingga dapat hasil maksimal, dan membantu memperluas bisnis UMKM pangan lokal.
Diharapkan kegiatan ini sebagai implementasi Kementerian Pertanian dalam diversifikasi pangan," ujar Sarwo Edhy dalam sambutan pembukaan kegiatan ekspose.

Kementan di bawah Komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengarahkan bahwa arah pembangunan pertanian adalah pertanian maju, mandiri, dan modern. Guna meningkatkan produktivitas dan menjalankan program pendukung telah diformat dengan lima cara bertindak (CB). Salah satunya dengan menggenjot diversifikasi pangan lokal yang masuk dalam CB kedua yang menjadi platform kerja Kementan. Setiap provinsi harus ada pangan lokal, antara lain seperti pisang, sagu, dan sebagainya.

Ekspose Pangan Lokal 2021 mengambil tema: "UMKM Pangan Lokal Sebagai Lokomotif Pembangunan Pertanian". Kegiatan ekspose akan berlangsung empat hari, mulai tanggal 23-26 September 2021 dengan tetap menerapkan protokol ketat guna mencegah penyebaran Covid-19. UMKM yang hadir dalam ekspose tersebut sebanyak 35 UMKM dari berbagai daerah dengan berbagai aneka produk, seperti olahan singkong, pisang, talas, sorgum, dan lainnya.

Lebih jauh, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa tidak dipungkiri kendala yang terjadi selama ini dalam pengembangan UMKM pangan lokal seperti masalah sumberdaya manusia, permodalan, dan akses pemasaran produk. Untuk permodalan, kata Sarwo, Kementan telah menyiapkan permodalan berupa KUR dengan bunga sangat rendah 6 persen pertahun.

"UMKM pangan lokal dapat mengakses KUR tesebut.
UMKM dapat mengusulkan dan akan difasilitasi peralatan produksi UMKM. Kami akan memberikan rekomendasi untuk mengakses KUR sepanjang produk dan tempat usaha UMKM jelas," ujar Sarwo.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP, Yasid Taufik, menjelaskan Indonesia memiliki keragaman hayati yang cukup besar baik jumlah maupun ragamnya. Untuk itu Kementan mendorong berbagai pangan lokal seperti jagung, pisang, kentang, dan sagu, serta lainnya sebagai pemenuhan karbohidrat masyarakat, dan tidak bertumpu kepada nasi atau beras semata.

Yasid menambahkan saat ini telah tumbuh hampir 2 juta UMKM sektor pertanian. BKP Kementan telah membina 500 UMKM dan ini terus berlanjut dan terus dikembangkan secara bertahap.

Sementara itu, perwakilan UMKM dari Jawa Barat, Zamil, mengungkapkan sangat berterima kasih kepada Kementan karena telah memfasilitasi acara Ekspose produk UMKM Pangan Lokal sehingga makin dikenal masyakarat. Menurut Zamil kendala yang dirasakan selama ini di antaranya pemasaran. Dengan adanya kegiatan ini dapat membantu produknya dikenal masyarakat.

Dia berharap ke depan makin banyak kegiatan ekspose pangan lokal di berbagai tempat keramaian masyarakat. Dia juga berharap pemerintah dapat membuat peraturan agar konsumsi pada kegiatan di lembaga pemerintahan menyertakan dengan produk pangan lokal, sehingga pemasaran pangan lokal makin luas.

Kegiatan Ekspose Pangan Lokal 2021 kali ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya. Kegiatan ekspose pertama berlangsung di Mall Bekasi pada tahun 2020. Ke depan kegiatan ini direncanakan akan terus dilaksanakan dengan terus meningkatkan jumlah peserta UMKM peserta eskpsose secara bertahap. (139).