Grobogan Inovasi Lumbung Pangan Reborn

Minggu, 17 Oktober 2021, 08:46 WIB

Plt Kepala BKP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto dan Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat melakukan launching bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni di desa Pulong rambe, Kecamatan Ta | Sumber Foto:Dok BPK Kementan

AGRONET -- Untuk memperkuat cadangan pangan sekaligus memberdayakan petani, pemerintah kabupaten Grobogan berinovasi melalui lumbung pangan reborn.

Lumbung pangan reborn adalah lumbung pangan masyarakat dengan semangat baru, lahir kembali dengan inovasi baru, dengan penambahan fungsi yaitu sebagai : Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Unit Usaha Badan Usaha Milik Petani (BUMP) dan Sistem Resi Gudang disamping fungsi utamanya yaitu sebagai Cadangan Pangan Masyarakat.

"Kami mengapresiasi inovasi yang dibangun di Kabupaten Grobogan, dengan memberdayakan dan mengembangkan lumbung pangan reborn. Ini nantinya bisa sebagai percontohan secara nasional," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, saat melakukan launching bersama Bupati Grobogan Sri Sumarni di desa Pulong rambe, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, Jum'at (15/10/2021).

Sarwo Edhy berharap, inovasi yang dilakukan dapat meningkatkan nilai tawar petani, akses permodalan dan jaringan serta pemasaran kepada konsumen.

"Ini suatu terobosan yang bagus. Saya minta terus dikembangkan, sehingga fungsi lumbung pangan akan terus berkembang. Namun, jangan lupa perawatannya juga harus diperhatikan," pesan Sarwo Edhy yang didampingi Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni dalam sambutannya mengatakan, melalui sistem Pemberdayaan Pangan Masyarakat (Pedangmas) melalui lumbung pangan reborn, fungsi lumbung akan lebih luas, usaha akan berkembang dan petani lebih sejahtera.

"Selama ini lumbung pangan masih bersifat konvensional yaitu hanya sebagai penyimpan gabah petani pada saat panen sebagai cadangan pangan, untuk kemudian dikeluarkan/ dipinjamkan kembali ke para anggota pada saat paceklik/kurang pangan dengan memberikan tambahan nilai tertentu yang nantinya akan dikembalikan lagi ke anggota lumbung," ujar Sri Sumarni.

Namun dengan adanya inovasi baru, yaitu lumbung pangan reborn, fungsi lumbung ditingkatkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan gabah sebagai cadangan pangan masyarakat, akan tetapi memiliki peran dan fungsi yang lebih banyak lagi.

Menurut Sri Sumarni, pada tahap awal Lumbung pangan reborn dipilih 10 lumbung pangan masyarakat sebagai percontohan dari 116 lumbung yang ada. Dari 10 lumbung pangan reborn, 8 dibangun melalui Dana Alokasi Khusus, dan 2 dibangun dengan APBD Kabupaten.

"Ke depan tentunya akan terus kami kembangkan ke lumbung-lumbung pangan lainnya," tambah Sri Sumarni.

Sedangkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Grobogan Sunanto, mengatakan, pihaknya akan terus mengawal dan memberikan pembinaan kepada gabungan kelompok tani, agar lumbung pangan reborn terus berkembang.

"Kami akan memberikan pembinaan dan pendampingan, sehingga fungsi lumbung pangan reborn bisa berjalan sebagaimana diharapkan," jelas Sunanto.

Dalam acara ini, para pengurus lumbung pangan reborn menerima ijin usaha berupa Nomor Induk Berusaha, Surat Keputusan Baznas Kabupaten sebagai Unit Pengumpul Zakat, Perjanjian Kerjasama dengan Sistem Resi Gudang dan Sertifikat Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan.(432)