Temu Bisnis UMKM Perkuat Pemasaran Pangan Lokal

Jumat, 29 Oktober 2021, 11:33 WIB

Temu Bisnis UMKM pangan lokal diselenggarakan di Bandung, Kamis (28/10/2021). | Sumber Foto:Dok BKP kementan

AGRONET -- Penguatan kapasitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pangan lokal terus diupayakan melalui pelatihan, promosi, dan pemasaran dengan mengoptimalkan media dan sumber daya yang ada. Hal ini sejalan dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menekankan agar pangan lokal naik kelas dan mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat secara luas.

Plt. Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, 60% pelaku usaha pangan di Indonesia merupakan UMKM, dan sektor ini telah memberi kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian telah bekerja sama dengan berbagai sektor terkait untuk mendorong pengembangan UMKM pangan lokal.

“Kita mempertemukan para pelaku UMKM pangan lokal dengan market/offtaker sehingga diharapkan dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Kita juga menggandeng perbankan dengan harapan akan membuka jalan bagi penguatan permodalan untuk UMKM.” kata Sarwo Edhy saat membuka Temu Bisnis UMKM pangan lokal yang diselenggarakan di Bandung, Kamis (28/10/2021).

Dia juga mengharapkan munculnya kreativitas dan inovasi UMKM Pangan Lokal dalam pengembangan produk pangan lokal, dan memperluas jaringan bisnis pangan lokal yang mendukung gerakan diversifikasi pangan.

“Penguatan jejaring pemasaran bagi produk pangan lokal sangat diperlukan untuk meningkatkan daya ungkit produk pangan lokal yang berdaya saing,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Kadin Provinsi Jawa Barat, Kurnia Fajar mengatakan era digital saat ini semakin memudahkan pelaku usaha untuk memasarkan produknya. Dia menekankan agar UMKM pangan lokal mampu membangun chanelling distribusi.

“Perlu kolaborasi di antara UMKM bagaimana membangun chanelling distribusi sendiri. Ini juga dapat menggandeng pihak-pihak terkait di daerah agar produk pangan lokal terangkat,” ujarnya.

“Di Jabar ini anggota Kadin mencapai 6 ribu pengusaha. Kami menyambut baik dan mendukung UMKM pangan lokal ini naik kelas dan lebih berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penganekaragman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Yasid Taufik menyampaikan bahwa para pelaku usaha pangan lokal perlu menyasar kaum milenial dengan sajian yang modern dan menarik.

“Produk pangan lokal perlu diolah sedemikian rupa sehingga digemari oleh milenial, begitu pula dengan pemasarannya, perlu dilakukan secara digital,” ungkapnya.

Juniar pemilik produk Sago Mee, salah satu UMKM pangan lokal yang mengikuti temu bisnis mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mempertemukan antara produsen dengan pemasar

"Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini, ini bagus karena bisa mempertemukan kami dengan pemasar, dan membantu kami memperluas jangkauan," ungkapnya.

Temu bisnis ini diikuti oleh pelaku UMKM pangan lokal binaan BKP Kementerian Pertanian dan dihadiri oleh para stakeholder seperti offtaker, perbankan, hingga lembaga-lembaga terkait.

Dengan tema “Perkuat UMKM Pangan Lokal sebagai Lokomotif Agribisnis Pangan Indonesia”, diharapkan semakin meng-eskalasi dan menguatkan jejaring kerjasama dan pemasaran para pelaku UMKM pangan lokal, serta mendorong produk UMKM untuk masuk ke pasar modern.(234)