Polbangtan Kementan Libatkan Tokoh Adat Tuk Tingkatkan Pembangunan Pertanian

Senin, 22 November 2021, 13:34 WIB

Pembukaan Bimtek Manajemen Peternakan Babi Sorong (18/11) | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Sinergi dengan berbagai lembaga dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.  Unit Pelaksana Teknis Bidang Pendidikan Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari) melibatkan sejumalah tokoh adat di Kota Sorong, Papua Barat untuk membangun pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebutkan, “Penguatan SDM pertanian wajib dilakukan dan masuk dalam program prioritas Kementan.  Karena keberhasilan pembangunan pertanian terletak pada kekuatan SDM pertanian yang berkualitas, andal, profesional serta berdaya saing,"  Dinyatakaan secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menuturkan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian harus dimulai dari SDM pertanian.

Peningkatan kualitas SDM mutlak diperlukan untuk peningkatan produktivitas yang ada ditanah Papua Barat ini.  Melihat Sumber daya alam bumi papua yang luar biasa dengan kesuburan pertanian, Dedi berharap tentunya produktivitas akan terus meningkat.  “Jikalau didukung dengan SDM yg trampil dan cekatan memahami teknologi serta mampu mengimplementasikan maka produksi dan produktivitas akan meningkat,” tambahnya.

Salah satu upaya peningkatan kualitas SDM, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari selaku unit pelaksana teknis (UPT) Pendidikan melakukan Bimbingan Teknis Manajemen Peternakan Babi  di Kota Sorong.   Ternak babi terpilih sebagai salah satu komoditi yang akan dikembangkan dikota Sorong. Ternak babi merupakan sumber daya lokal mempunyai potensi untuk dikembangkan.

Ternak Babi kerap disertakan dalam setiap upacara adat.  Akan tetapi, Babi yang dipelihara masyarakat Papua Barat umumnya dipelihara dengan dilepas atau semi dikurung dan diberikan pakan berupa limbah dapur dan limbah pertanian, sehingga produktifitasnya belum sesuai dengan yang diharapkan.  Oleh karena itu, kegiatan Bimtek ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada para peternak babi yang ada di kota Sorong agar dapat di pelihara dengan baik.

Direktur Polbangtan Manokwari Purwanta menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program Dinas Pertanian Kota Sorong dengan adanya bantuan Dana Insentif Daerah berupa bantuan ternak babi.  “Dari kegiatan ini tentu akan memberikan pembekalan, karena salah satu kelemahan ketika telah mendapatkan bantuan terkadang tidak ada pendampingan. Sehingga saya berharap dari kegitan ini akan memberikan pencerahan para peternak babi,” ungkap Purwanta

Purwanta juga berharap melalui kegiatan bimtek ini akan tumbuh bibit petani milenial di kota Sorong sehingga akan mendukung program aksi Kementerian Pertanian dalam membangun pertanian Indonesia.  Hadir membuka kegiatan Bimtek tersebut Yakob M. Karet sangat bersyukur dengan adanya kepedulian Kementerian pertanian melalui Polbangtan Manokwari yang mau memberikan pencerahan dan pengarahan kepada para peternak yang ada di kota Sorong.

Yakop menambahkan bahwa dalam membangun pertanian harus memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baik. Berbagai bantuan program pemerintah bertujuan mendukung usaha kita sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.  Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 20 peternak dan 10 penyuluh.

Para peserta diajak berdiskusi mengenai manajemen peternakan babi khususnya pengelolaan pakan yang baik, pengenalan penyakit yang umum ditemukan pada babi, dan potensi peningkatan ekonomi rumah tangga melalui budidaya ternak serta babi regulasi peternakan babi. Turut hadir dalam kegiatan, Kepala UPT lingkup Kementan wilayah Papua Barat, Kepala Dinas Pertanian kota Sorong, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanin Kota Sorong, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan DPMPTSP Kota Sorong dan Tokoh adat yang ada di Kota Sorong. (BPPSDMP/269)

 

Sumber : RILIS BPPSDMP - 22 NOVEMBER 2021