Polbangtan Kementan Ajak Warga Binaan Lapas II B Manokwari Lirik Peluang Usaha

Selasa, 30 November 2021, 11:55 WIB

Bimtek Bagi Warga Binaan Lapas II B Manokwari | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Stabilitas Ketahanan Pangan Nasional bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertanian (Kementan) tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.  Berbagai cara dilakukan Kementan merangkul berbagai pihak untuk menjaga ketahanan pangan. Bahkan, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), Kementan menggelar bimbingan teknis untuk warga binaan Lapas II B Manokwari, Papua Barat.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan komitmennya dalam menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha.  "Oleh karenanya, salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktivitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan, adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024," katanya.

Sejalan dengan komitmen Menteri SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan, “Pertanian adalah sektor yang sangat menjanjikan.”  Walaupun terdapat banyak tantangan bagi para pengusaha pertanian muda, namun terdapat pula banyak kesempatan yang terbuka bagi para pemuda untuk berkontribusi di bidang pertanian.

Upaya Kementan dalam meningkatkan minat generasi muda untuk menggeluti sektor pertanian salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan, seperti yang dilakukan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari.  Sebagai salah satu unit pelaksana teknis dibawah naungan Kementan, Polbangtan Manokwari mengenalkan  peluang besar yang ada di sektor pertanian kepada para warga binaan  yang berada di Kantor Lapas Kelas IIB Manokwari.

Peluang serta tatacara budidaya tanaman sayur menggunakan Hidroponik serta pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan) pun dikenalkan melalui bimbingan teknis.  “Bimbingan teknis ini merupakan salah satu cara untuk memberdayakan narapidana dengan bertani secara modern dengan memanfaatkan teknologi yang mudah digunakan,” jelas Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta.

Sinergi yang telah terjalin dengan kantor Lapas kelas IIB Manokwari, Polbangtan Manokwari menjadi wadah untuk menimbah ilmu serta melatih kreatifitas para narapidana sehingga memiliki bekal untuk dimanfaatkan kedepannya minimal pemenuhan ekonomi keluarga.  “Program 'Lapas Produktif' bidang pertanian membuat masyarakata binaan semangat dan memaknai hidup agar terus produktif.”

Pertanian telah terbukti dapat terus tumbuh positif dimasa pandemi covid-19. Kebutuhan pangan belum maksimal di Papua Barat sehingga masih terbuka peluang yang besar baik pertanian, peternakan maupun perkebunan sehingga kalian memiliki kesempatan yang besar dalam memajukan tanah papua melalui pertanian serta dapat menopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. (BPPSDMP/269)

 

Sumber : Rilis BPPSDMP Kementan