Kembali Polbangtan Kementan Tanamkan Kecintaan Pangan Lokal pada Generasi Muda

Rabu, 15 Desember 2021, 21:03 WIB

Kuliah umum potensi pangan lokal | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Berbagai dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi pertanian, khususnya pangan lokal.  Kementerian Pertanian sebagai lembaga negara, memiliki komitmen besar untuk mendorong diversifikasi pangan lokal. Caranya, dengan memanfaatkan Inovasi teknologi.

Harapan besar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) agar pangan lokal Indonesia bisa masuk pasar dunia. “Pangan lokal berdampak pada ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Kementan terus fokus dalam meningkatkan produksi dan kualitas hingga bisa berdampak pada kegiatan ekspor,” jelas Mentan SYL.

Di sisi lain, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa pangan lokal Indonesia sangat melimpah yang tersedia diseluruh Tanah Air. Menariknya, setiap daerah pun memiliki pangan lokal dengan kekhasan tersendiri.

Agroekosistem yang mendukung menjadikan pangan lokal makin berpotensi. “Oleh karena itu, komoditas pangan lokal bisa dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif maupun pangan utama,” kata Dedi.  Potensi dan sumber daya pangan lokal sangat banyak yang dapat dikembangkan di Indonesia khususnya Papua yang merupakan negara dengan keanekaragaman hayati (biodiversitas) terbesar ketiga di dunia.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan Bidang Pendidikan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menggelar kuliah umum yang bertema 'Potensi Pengembangan Pangan Lokal Mendukung Ketahanan Pangan Nasional'.  Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggali potensi dan meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai cikal bakal pembangunan pertanian masa depan.

Mahasiswa sebagai calon petani milenial merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki peranan besar untuk mendongkrak pembangunan pertanian dengan melahirkan berbagai inovasi teknologi serta menggali potensi pangan lokal yang ada di Papua Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Polbangtan Manokwari menghadirkan seorang peneliti ahli muda dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua Barat, Dr. Amisnaipa.  Ratusan Mahasiswa yang mengikuti secara online dan offline yang terdiri dari mahasiswa regular serta mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Ipah begitu ia disapa, mengajak para mahasiswa untuk ikut mendorong industri pangan lokal Indonesia.  “Mari tumbuhkan jiwa Enterpreneur dengan memanfatkan pangan lokal yang ada disekitar kita,” kata Ipah.

Jiwa entrepreneur dapat dilatih dengan meningkatkan nilai suatu produk dengan membuat olahan dari pangan lokal supaya dapat menambah nilai jual, sehingga tidak hanya sekedar untuk dikomsumsi tetapi juga menjadi ladang bisnis.  Ipah menjelaskan upaya membangkitkan pangan lokal dapat dilakukan dengan pendekatan demand side.

“Kita mulai gaungkan trend baru konsumsi pangan lokal sebagai lifestyle, dorong regulasi konsumsi pangan lokal dan operasionalnya melalui kampanye cintai produk dalam negeri atau pangan lokal,” sebut Ipah dihadapan para generasi muda. (BPPSDMP/269)

 

Sumber : RILIS HUMAS BPPSDMP Kementan