Kementan Genjot Pertanian di Papua Barat Bersama Petani Milenial

Jumat, 24 Desember 2021, 18:12 WIB

Pencanangan Tanam Jagung di Lahan Replanting Sawit | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Papua dan Papua Barat menginstruksikan untuk meningkatkan produktivitas jagung nasional.  Kementerian Pertanian (Kementan) menindaklanjuti instruksi tersebut dengan menggenjot pertanian di Papua Barat.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan bahwa untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung perlu dilakukan budidaya.  “Dengan begitu, pengembangan  produktifitas tanaman jagung bisa terus meningkat dan produksi nasionalnya dapat mencapai target yang dibutuhkan bahkan melampaui target yang ada," ujar Menteri SYL.

Kementan telah mempersiapkan pengelolaan tanaman jangun mulai dari hulu hingga hilir termasuk di Papua Barat.  Hamparan lahan jagung di Papua Barat dari 11.000 hektare, baru 33 persen yang dimanfaatkan dengan baik. Menteri SYL pun meminta untuk memanfaatkan lahan yang ada di Papua Barat dapat dimanfaatkan secara bertahap.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi merinci beberapa komoditas pertanian terintegrasi karena ada jagung, sayuran, bahkan kolam lele dan unggas.  

Kementerian Pertanian tengah menggencarkan sistem pertanian terintegrasi, khususnya sektor tanaman jagung. Tanaman itu bisa dijadikan pakan ternak yang dapat digunakan untuk menopang satu sama lain.  “Di situ sistemnya berputar tidak ada yang terbuang (zero waste). Maka, keuntungan petani akan lebih maksimal. Ini yang kita akan bangun,” tutur Dedi.

Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, bersama sejumlah pejabat di provinsi Papua Barat, Duta Petani Milenial (DPM)/Duta Petani Andalan (DPA) dan Papua Muda Inspiratif merespon hal tersebut dengan simbolis menanam jagung di Kampung Makwan, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Rabu (22/12).

Kegiatan pencanangan tanaman jagung di lahan replanting sawit tersebut dalam rangka mendorong pembangunan pertanian di Manokwari serta membangkitkan semangat generasi muda untuk berkontribusi dalam bidang pertanian.  Gubernur Papua Barat menyatakan bahwa Papua Barat memiliki luas lahan wilayah 99.000.761,63 km persegi dengan luas lahan pertanian 2.889.411 hektare, dengan demikian, lahan di Papua Barat cukup tersedia.

“Kita bisa memanfaatkan lahan tersebut, untuk mensejahterakan masyarakat, dengan hal ini memerlukan sinergitas semua pihak mulai dari kementerian, pemerintahan hingga masyarakat dapat mendukung kegiatan seperti ini,” ungkap Gubernur.  Koordinator DPM Papua Barat Simon Tabuni menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar lahan sawit yang direplanting bisa berproduktif serta melakukan sinergi bersama untuk membangun pertanian di Papua Barat secara berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Purwanta mendukung penuh kegiatan tersebut.  Melalui kegiatan tersebut dapat mewujudkan harapan dari Kepala BPPSDMP untuk mengimplementasikan integrated farming, hararapan Menteri SYL, serta instruksi Presiden untuk meningkatkan produkutivitas.

Purwanta pun menilai positif kegiatan tersebut agar terus dapat menarik minat para generasi muda untuk dapat mencintai pertanian.  Petani milenial juga dapat terjun langsung untuk terlibat dalam dunia pertanian serta dapat mendorong perekonomian nasional melalui bidang pertanian. (BPPSDMP/269)

 

Sumber : RILIS BPPSDMP KEMENTAN