Bersama Puluhan DUDI, Polbangtan Kementan Cetak Lulusan Kompeten

Jumat, 13 Mei 2022, 11:39 WIB

Pemberangkatan PKL I Prodi Peternakan dan Kesejahteraan Hewan di Lourdes Farm, Minahasa | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Percepatan penyerapan lulusan dan juga wujud penumbuhan lulusan di dunia kerja dan bermasyarakat, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menyalurkan mahasiswa untuk menerapkan keilmuan dalam dunia kerja.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian harus terus dilakukan.

“Dengan keberadaan Pendidikan vokasi harus menciptakan generasi milenial yang memiliki kompetensi dan mampu bekerjasama dengan orang lain. Untuk menjadi insan yang unggul ada beberapa yang harus dijalankan seperti memiliki manajemen kehidupan yang baik dan memiliki karakter yang bagus sehingga bisa dipercaya orang lain.” Ujar Mentan Syahrul.

"Perbaiki karakter. Jadilah orang yang bisa dipercaya. Kalau janji harus dipenuhi dan bisa dipercaya. Menjalankan kompetisi dengan tidak saling menjatuhkan dan lebih mengedepankan gotong royong," tambahnya.

Pernyataan ini didukung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Menurutnya, mahasiswa Polbangtan sebagai representasi petani milenial diharapkan mampu meneruskan tongkat estafet pembangunan pertanian.

“Ciri pendidikan vokasi yang berhasil adalah lulusannya dapat diserap oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” ujar Dedi.

Sebagai wujud dalam upaya peningkatan kompetensi, sebanyak 94 mahasiswa Tingkat II mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) I di dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Pada pelaksanaannya, Polbangtan Manokwari menggandeng berbagai mitra kerja sebagai tempat untuk pelaksanaan PKL I antara lain PT East West See Indonesia, CV Salsabila Nursery, CV Slamet Quail Farm, P4S Cilangkap Sub 1, Seameo Biotrop, Minaqu Indonesia Group, Propang Akmil, PT Super Unggas Jaga, PT Medion, PT Berdikari United Livestock, PTPN XIV, Lourdes Farm, dan Koperasi Arfak Sejahtera.

Keterlibatan DUDI sebagai tempat magang mahasiswa menjadi salah satu solusi mengurangi kesenjangan yang terjadi sehingga menghasilkan kemampuan kerja para lulusan sarjana terapan (DIV) yang adaktif dengan dunia kerja.

Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta menyampaikan bahwa pola magang yang dilaksanakan dapat menjadikan mahasiswa sebagai tenaga yang trampil dan siap terjung ke dunia kerja.

“Pengalaman yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadikan mahasiswa sebagai lulusan yang bisa mengembangkan bakat dan potensinya, tidak hanya didunia kerja tetapi juga mengembangkan potensi diri dalam mengembangkan potensi wilayah secara mandiri,” papar Purwanta
“Generasi kalianlah yang memiliki peluang besar untuk memajukan Indonesia melalui sektor pertanian” tandas Purwanta.