Polbangtan Kementan Giatkan Monitoring LTT di Papua Barat Tuk Capai Target Swasembada Pangan

Rabu, 03 Agustus 2022, 09:28 WIB

Lahan Padi Organik | Sumber Foto:Kementan

AGRONET -- Luas Tambah Tanam (LTT) terus dilakukan sebagai upaya monitoring pencapaian target sasaran produksi pertanian.  Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memperkuat ketersediaan pangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Komitmen peningkatan produksi bertujuan untuk mencapai swasembada pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh diabaikan apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah dan olah tanam hingga panen harus terus berlangsung.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu indikator mewujudkan swasembada pangan melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT).

“Sejumlah masalah dalam upaya mencapai LTT harus dipecahkan termasuk persoalan air,” ujar Dedi.

Politeknik pembangunan pertanian (Polbangtan) Manokwari sebagai PIC LTT untuk wilayah Papua dan Papua Barat melakukan pendampingan dan pengawalan program Kementerian Pertanian dalam rangka peningkatan produktivitas dan ketersediaan pangan. Monitoring berlangsung di Kabupaten Manokwari dan Manokwari selatan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka percepatan LTT padi, jagung, dan kedelai di provinsi Papua Barat yang berlangsung di Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan.

Sebagai wujud pendampingan untuk wilayah timur, Polbangtan Manokwari berperan dalam hal pelaporan data LTT yang masuk dari BPP maupun data yang di kirimkan oleh pengolah data kabupaten. Selain itu, Polbangtan Manokwari turut mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.

Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta mengatakan, penelusuran data dan fakta di lapangan sangat penting sehingga tim kami dapat secara cepat menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi petani.

“Karena peningkatan produktivitas pangan secara langsung berimbas kepada peningkatan kesejahteraan petani serta dapat mencapai visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045,” terang Purwanta

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di Kabupaten Manokwari Selatan menunjukkan pada bulan Juli sampai Agustus terdapat tanam serentak untuk komoditas padi dengan estimasi lahan tanam padi yaitu 600 hektar.

Sedangkan untuk Kabupaten Manokwari akan melakukan penanaman serempak dari bulan september hingga desember secara bertahap dengan estimasi 950 hektar.

Dari dua lokasi tersebut mengalami peningkatan luasan tanam meskipun ditemukan pergeseran waktu tanam serempak karena mengalami perbaikan pada sistem irigasi lahan.

 

Sumber :

RILIS BPPSDMP - 3 Agustus 2022
1043 HUMAS