Manfaatkan Lahan Tidur, Polbangtan Kementan Ajak Petani Raja Ampat Tembus Pasar Ekspor

Minggu, 02 Oktober 2022, 09:43 WIB

AGRONET -- Pemanfaatan lahan tidur, menjadi peluang sektor pertanian dalam meningkatkan produktifitas bahkan pasar ekspor menjadi semakin terbuka.  Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari merupakan pemegang amanah supervisi pendampingan program utama Kementerian Pertanian di wilayah Indonesia Timur.

Salah satu program yang terus dijalankan dan mendapat pendampingan khusus, yaitu program Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Jagung Kedelai Sorgum dan Singkong (Pajalegong) . Pendampingan dilakukan untuk mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Papua Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Bumi Papua memiliki sumber daya alam yang menjadi modal utamanya bagi Provinsi Papua Barat.

“Lahan pertanian di Papua Barat harus dimaksimalkan agar menjadi pemain utama penghasil beragam komoditas pertanian di Indonesia Timur,” kata SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa melalui program LTT dapat menggenjot produksi dan produktivitas pertanian.

“LTT ini adalah Upaya Khusus, upaya besar-besaran, radikal, revolusioner. Ini adalah penyelamat Indonesia karena masalah pangan adalah masalah bangsa,” tuturnya.

Oleh karena itu, melalui Unit Penelitian dan Pengabdian Masyrakat (UPPM), Polbangtan Manokwari melakukan Monitoring dan Evaluasi LTT di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat. Berdasarkan sasaran LTT yang ada, Polbangtan Manokwari bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat.

Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta menjelaskan hasil monev bahwa program LTT di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, perlu terus ditingkatkan dengan memanfaatkan lahan tidur yang belum ditanami.

“Terdapat 70 hektar luas lahan untuk komoditas padi yang kini diolah di 4 kampung. Distrik SSalawati Tengah ini merupakan lumbung padi yang ada di Kabupaten Raja Ampat,” tutur Purwanta.

Pada saat berada di lokasi, tim monev dari Polbangtan Manokwari didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Raja Ampat, Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Raja Ampat dan Kepala Karantina Kelas I Sorong.

Purwanta berpesan agar memaksimalkan peran penyuluh dalam melakukan pendampingan untuk mengenjot produksi padi serta mencari potensi lain yang dapat dikembangkan.

“Masih banyak lahan yang belum diolah maksimal, sehingga petani butuh pendampingan untuk mengembangkan tanaman lain seperti palawija dan jagung. Dengan meningkatnya produksi petani tentu kedepan memiliki peluang untuk melakukan ekspor,” paparnya.

 

Sumber : 

RILIS BPPSDMP - 2 Oktober 2022
1373 HUMAS