Polbangtan Kementan Libatkan PT BULS Tuk Cetak Lulusan Berorientasi Bisnis

Senin, 28 November 2022, 16:05 WIB

Prosesi penandatangan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan PT Berdikari United Livestock (BULS) | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Solusi dalam menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang industri pertanian, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari terus memperlebar sayap dengan melakukan jejaring dengan dunia kerja.

Polbangtan Manokwari berupaya melakukan gebrakan dalam rangka melahirkan milenial yang handal dan profesional. Memperluas jejaring kolaborasi menjadi langkah khusus yang ditempuh untuk memfasilitasi mahasiswa dalam belajar dunia kerja secara langsung.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan akan terus mendorong lahirnya para petani milenial.

“Pertanian memiliki banyak sektor untuk digarap dan sangat menjanjikan. Kita berharap para petani milenial memanfaatkan hal tersebut. Sehingga proses pembangunan pertanian akan berjalan semakin cepat,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, untuk mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, perlu dilakukan persiapan dan pencetakan SDM unggulan.

“Melalui instunsi pendidikan vokasi, kementan akan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian dan pengusaha pertanian milenial yang andal, kreatif, inovatif professional dan mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin,” katanya

Pada kesempatan Evaluasi Kelembagaan yang bertempat di Makassar, Polbangtan Manokwari melakukan penandatangan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan PT Berdikari United Livestock (BULS)

Dengan sinergi yang dibangun dengan PT Berdikari yang merupakan satu satunya Badan Usaha Milik Negara bergerak dibidang peternakan, menjadi peluang besar sebagai batu loncatan yang bisa membawa nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat Papua khususnya para milenial.

Direktur PT Buls, Irman Yasin Limpo menyambut baik kerjasama yang dibangung. Menurutnya tidak ada hal besar yang dihasilkan dari perorangan sehingga dibutuhkan kolaborasi untuk mendapatkan hasil maksimal dalam mencapai tujuan.

“Penandatangan ini merupakan kategori tripel helix, dengan melibatkan industri, pemerintah dan pendidikan. Tripel helix didunia peternakan sangat penting, kita harus mentrasformasi peternak ke skala industri karena ada nilai ekonomis. Selama ini masyarakat kebanyakan menganggap sapi hanya aset,” ungkap Irman

Adik dari Syahrul Yasin Limpo tersebut berharap kolaborasi kedepan khususnya di Indonesia timur mampu membawa anak-anak milenial untuk belajar berfikir efektif, efesien dan profit. Milenial harus diajar berbisnis, supaya mereka tahu ketika lulus, sudah ada peluang terjun langsung didunia usaha.

Sementara direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta mengungkapkan bahwa implementasi yang dibangun akan mampu mendorong mahasiswa untuk mencuri peluang besar belajar sistem kerja didunia usaha.

“Sinergi yang dibangun tidak hanya sebatas tempat PKL, tetapi juga kita bangun sebagai tempat riset. Dan yang terpenting kalau ada peluang serapan untuk alumni kita tentu sangat diharapkan,” kata purwanta.

 

Sumber :

RILIS BPPSDMP - 28 November 2022
1655 HUMAS