Sosialisasi BSIP di BPTP Kalsel: Kami Pasti Lebih Baik

Kamis, 22 Desember 2022, 19:03 WIB

Rapat Konsolidasi (Rakor) Penerapan Standar Instrumen Pertanian (SIP) Spesifik Lokasi | Sumber Foto:BSIP Kalsel

AGRONET -- Launching Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) yang merupakan transformasi Badan Litbang Pertanian telah memberikan semangat dalam melaksanakan tugas dan fungsi lembaga baru. Oleh karena itu Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) bergerak cepat dengan melakukan konsolidasi lingkup satker BPTP se-Indonesia dengan menyelenggarakan Kegiatan Rapat Konsolidasi (Rakor) Penerapan Standar Instrumen Pertanian (SIP) Spesifik Lokasi untuk disosialisasikan kepada para pegawai di satker masing-masing. Menindaklanjuti hal tersebut, BPTP Kalimantan Selatan melaksanakan sosialisasi tugas dan fungsi BSIP yang dihadiri oleh seluruh pegawai baik PNS maupun PPNPN, Kamis 22 Desember 2022.

Kepala BPTP Kalimantan Selatan, Dr. Muhammad Amin, M.Si bertindak langsung sebagai narasumber sosialisasi internal. Dalam paparannya disampaikan kepada semua pegawai untuk mengubah cara pandang (mindset) menjadi badan/lembaga penerapan standard dan penilaian kesesuaian (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian). Kedepannya, BPTP Kalimantan Selatan bertransformasi menjadi Balai Penerapan Standardisasi Instrumen Pertanian Kalimantan Selatan (BPSIP Kalimantan Selatan).

Kepala Balai juga mengungkapkan BSIP menjadi garda terdepan mengawal program strategis Kementan dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, modern, berdaya saing dan berkelanjutan.

Pada tahun 2023 merupakan tahun perbenihan nasional dan pertanian presisi, sehingga ada tiga program strategis Kementan yang akan dilaksanakan yaitu 1) Melaksanakan kegiatan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) karena disitu merupakan sumber ketahanan pangan; 2) membangun 10.000 kandang, di mana BPSIP menjadi bagian terdepan dalam menyusun perencanaan standarnya sampai dengan ekspor; dan 3) ekspor beras khusus dengan target 10 juta ton, di mana BPSIP dimintakan untuk menyiapkan konsep standarnya. Model penerapan standarnya adalah spesifik kawasan yang disusun berdasarkan poin-poin dari 3 kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu identifikasi kebutuhan penerapan dan pendampingan standar spesifik lokasi, identifikasi kebutuhan jenis standar penerapan dan pendampingan dan identifikasi standar penerapan dan pendampingan calon lembaga penerapan.

Sumber :

BSIP Kalsel