Sirih Buat Menangkal Covid-19

Kamis, 02 April 2020, 12:01 WIB

Daun Sirih, dahsyat menangkal virus Covid 19. | Sumber Foto:Dok Istimewa

Emmy heran. Di halaman rumahnya tumbuh sirih. Lebat dan menyegarkan mata. Sesekali tetangganya meminta daun sirih. Ia mempersilakan buat mengambil sesukanya. Tanpa bertanya. Tetapi, dalam beberapa waktu terakhir ini, tetangganya menjadi sangat sering meminta daun itu.

“Buat apa?”

Dunia tengah dilanda Covid-19. Virus berkorona itu bukan menyebar di Wuhan Tiongkok saja. Namun ke mana-mana. Juga Indonesia. Tak sedikit yang telah meninggal karenanya. Termasuk para tokoh penting. Seperti seorang direktur jenderal di sebuah kementerian. Juga seorang eksekutif Price Waterhouse Consulting.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Aktor dunia Tom Hank harus diisolasi oleh sebab yang sama. Bukan di negaranya, tapi di Australia. Saat ia syuting film di sana. Pangeran Charles dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun mengalami yang serupa.

Semua khawatir. Semua tegang. Virus itu bukan hanya mengancam, namun juga menyerang siapapun. Walikota Bogor Bima Arya dan Bupati Karawang Cecilia juga tak dapat menghindar. Di tengah situasi semacam ini, kabar soal upaya menangkal virus pun tertebaran.

Di antaranya adalah unggahan yang tengah viral di Indonesia. Unggahan yang disebut berasal dari pasien Covid-19 asal Indonesia di Singapura. Menurut pasien di unggahan itu, dokternya di Singapura menyarankan agar gunakan daun sirih buat menangkal virus itu. Bukankah di Indonesia sangat banyak sirih.

Disebutkan, cukup selembar daun sirih yang diperlukan dalam sehari. Setiap pagi, kunyah selembar daun tersebut sampai sehalus mungkin. Tahan di pangkal tenggorokan beberapa saat. Baru ditelan. Dengan itu tenggorokan akan bersih. Efeknya, virus di ujung kerongkongan pun terimbas.

Banyak orang lalu mengikuti saran itu. Termasuk Fajar, pekerja yang tentu saja kini mengikuti program work from home. Kerja dari rumah. Fajar segera memesan daun sirih secara daring. Dan mencoba esok paginya. Saat itulah ia kaget. Begitu keras efek daun sirih.

Panas terasa seperti tiba-tiba menyengat tenggorokannya. Lendir-lendir mencair. Rasa gatal dan suara serak yang sudah berlangsung seminggu langsung teratasi. Selama hidupnya, ia belum pernah merasakan efek obat selangsung ini. Baik herbal maupun obat kimia. “Padahal hanya selembar,” katanya.

Sudah lama memang sirih dikenal sebagai pembersih tenggorokan yang dahsyat. Di masa lalu, masyarakat Sunda di Jawa Barat menggunakan daun sirih untuk obat batuk. Tiga lembar daun sirih direbus. Lalu airnya diminum. Lebih efektif ketimbang obat batuk apapun dari pabrik.

Sirih, nama ilimiahnya Piper betle, memang mengandung minyak atsiri yang tinggi. Mengandung flavonoid serta alkanoid. Tanaman ini dikenal semua kalangan sebagai antiseptik alamiah. Efektif untuk membunuh berbagai jenis mikroba. Sangat mungkin pula menangkal Covid-19.

Hal itu penting untuk dipertimbangkan. Hingga saat ini dunia belum menemukan obat buat mengobati virus yang telah menyerang tubuh manusia. Jenis virus apapun. Apalagi Covid-19 yang baru ditemukan dan kini sudah berkembang menjadi banyak varian. Maka, menangkal jadi cara terbaik untuk melawan virus ini.

Penangkalan dari luar sudah banyak diserukan. Di antaranya adalah penggunaan masker pelindung hidung dan mulut saat di tempat umum. Cekoslowakia menjadi negara yang efektif kendalikan Covid-19 dengan menggunakan masker.

Sabun menjadi sarana lain buat pencegahan. Lebih efektif ketimbang sanitizer umumnya. Terkena sabun, selubung atau korona Covid-19 akan mencair. Tanpa terlindungi koronanya, protein virus di dalamnya akan segera rusak. Maka cuci tangan dan mandi dengan sabun begitu sampai rumah sangat disarankan.

Sementara itu, penangkalan dari dalam juga mudah dilakukan. Rimpang atau empon-empon sudah sangat lama direkomendasikan buat membangun imunitas tubuh. Jahe, kencur, kunyit, temulawak, serta sereh. Semua itu curcuma yang luar biasa buat membentengi diri dari Covid-19 dari dalam.

Lalu, sekarang ditambah lagi dengan sirih. Di mana sirih akan berperan? Tempatnya bukan di luar seperti masker serta sabun. Bukan juga di dalam seperti yang dilakukan lima sekawan curcuma itu. Sirih berperan menangkal di pintu masuk ke dalam tubuh. Di mata, hidung, dan tentu mulut.

Mata. Dulu, orang-orang yang sakit mata selalu mencari daun sirih. Rendam daun sirih dengan air di mangkuk. Remas sedikit daun sirih itu. Mata yang sakit ‘dirambangkan’ –masukkan ke air dalam keadaan melek—beberapa saat. Mata akan segera sembuh. Itu kearifan lokal yang kini terlupakan.

Hidung. Sirih juga sarana efektif buat mengatasi mimisan. Yakni fenomena gampang keluar darah dari hidung yang sering terjadi pada anak-anak. Biasanya daun sirih segera digulung. Disumbatkan pada hidung. Kucuran darah akan segera terhenti. Maka sirih banyak ditanam di pekarangan.

Mulut. Seperti disebut di atas, air rebusan daun sirih biasa diminum buat mengatasi flu. Juga untuk sekadar berkumur menghilangkan bakteri penimbul bau mulut. Maka tapal gigi berbasis herbal selalu menggunakan sirih. Dari tapal gigi terkenal seperti Pepsodent hingga spesialis herbal Sasha.   

Belum ada riset ilmiah seberapa dahsyat sirih melawan Covid-19. Sebagaimana belum ditemukan dalam waktu dekat obat serta vaksin pelawan virus berkorona. Namun kearifan lokal yang teruji selama berabad-abad telah menunjukkan betapa penting peran sirih. Buat mencegah mikroba dan juga virus.

Itu sebabnya beredar unggahan tentang manfaat sirih. Dan Fajar pun langsung mencobanya, mengunyah selembar daunnya saat pagi. Seluruh rasa gatal di tenggorokan dan suara seraknya langsung teratasi. Tapi ia juga harus menanggung efek sampingnya.

Lidah Fajar terasa baal sepanjang hari. “Saya jadi tidak dapat merasakan lezatnya soto dan jus jeruk seharian,” ujarnya sambal tertawa. Tapi ia lega, pilek yang menemaninya selama seminggu pun reda.

Ya, sirih bukan tanpa efek samping. Prof. Dr. Arif Sumantri mengingatkan hal itu. Seperti dikutip oleh kantor berita Antara, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) ini mengingatkan bahwa sirih berbahaya bila dikonsumsi terus menerus secara intensif.  Harus dikonsumsi dalam kadar tepat.

Beberapa riset mendukung pernyataan Prof. Arif itu. Sifat karsinogenik sirih dapat memicu kanker mulut. Itu antara lain ditemui pada pemakan sirih-pinang di Papua. Sebagian besar penderita kanker mulut adalah perokok. Namun ada di antara penderita itu yang juga pemakan sirih-pinang.

Itu sebabnya masyarakat tradisional banyak yang memilih minum rebusan airnya ketimbang mengunyah langsung daunnya. Air rendaman daun sirih dapat dipakai buat merambang mata, dihirup untuk membersihkan hidung. Rebusannya diminum secara langsung.

Tiga pintu masuk Covid-19 akan tersterilkan dengan air daun sirih itu. Mata, hidung, dan mulut. Maka daun sirih di pekarangan rumah Emmy di Cibubur pun makin sering dipetik tetangganya. Dan Emmy juga mulai tertarik. Buat mencoba khasiat daun yang dahsyat menangkal Covid-19 itu.*

Zaim Uchrowi. DEWAN REDAKSI AGRONET      

BERITA TERKAIT