Geliat Agro 2021

Jumat, 18 Desember 2020, 21:09 WIB

ilustrasi Agro 2021 | Sumber Foto:Ilustrasi AGRONET

Arif seorang pengusaha properti. Selain tanah yang dikembangkannya jadi perumahan, ia punya beberapa petak lahan pertanian. Selama ini lahan-lahan tersebut dibiarkannya saja. Terserah mau diolah untuk apa oleh para petani penggarapnya. Pandemi Covid-19 membuat perhatiannya berpaling pada lahan itu.

Bisnis properti tersendat. Hak yang membuatnya punya waktu lebih untuk yang lain. Pada saat yang sama, para petani tradisional yang menggarap tanahnya juga tidak berkembang. Tidak tahu lagi bagaimana mengembangkan usaha agro yang telah ditekuninya puluhan tahun. Para petani itu perlu dibantu.

Maka, Arif pun meluangkan waktu khusus untuk mulai terjun ke agro. Berbagai usaha dilakukannya. Tentu dengan pendekatan yang lebih modern. Di antaranya adalah berusaha tani cabai, yang belum pernah dilakukannya. “Ternyata hasilnya luar biasa,” kata Arif. Semakin asyiklah dia bertani.

Di kesempatan lain, di tanah lainnya, ia mencoba pisang. Ia pilih pisang kirana yang sedang jadi tren, dengan bibit yang diperoleh dari kultur jaringan. Ia melihat pula kebun-kebun pisang yang sudah lebih dulu jadi. Bagi Arif, beragrobisnis pisang pun ternyata sangat menarik. “Pisang akan selalu melahirkan anakannya sendiri,” ucapnya. “Kita tinggal merawatnya.”

Arif bukanlah satu-satunya sosok dari kelas kelas menengah atas yang kini tertarik pada agro. Terutama setelah terjadi pandemi virus Corona sejak awal 2020 lalu.  Hal serupa juga terjadi pada Anwas, seorang pejabat di sebuah kementerian pemerintah. Ia sama sekali tak terbayang akan berbisnis tanaman hias. Keharusan bekerja dari rumah telah mengantarkannya pada bisnis itu.

“Biasanya, pagi-pagi saya sudah harus berangkat ke kantor,” katanya. Perlu waktu sekitar 1,5 jam dari rumah untuk sampai ke tempat kerjanya. Belum lagi waktu untuk persiapannya. Nah, di awal masa pandemi itu, ia harus sepenuhnya di rumah. Jadilah ia punya waktu untuk menyiram bahkan merawat tanaman hias di rumahnya.

Ternyata tanaman-tanaman hias yang terawat itu menjadi sangat indah. Keindahan yang kemudian diabadikan dalam foto dan diunggah ke media sosial. Beberapa kawan dari keluarga itu pun tertarik, dan mendesak agar boleh membeli. Semula tak berpikir untuk menjual. Namun setelah didesak beberapa kali, ia putuskan menjual tanaman hiasnya.

Selanjutnya ia menjadi aktif berburu tanaman hias, merawatnya dengan baik, dan menjualnya jika ada yang membeli. “Dari hobi, jadi hoki,” ujarnya sambil senyum. Hasilnya ia sebut sangat lumayan. Hal yang membuat keluarganya makin nyaman dengan bisnis ini, tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya.

Arif dan Anwas adalah potret bagaimana sosok-sosok kelas menengah atas menjadi pendatang baru dalam dunia agro. Banyak di antara mereka yang bermasa kecil di daerah. Dengan demikian sudah terbiasa berinteraksi dengan dunia pertanian di masa lalunya. Dalam perjalanannya, mereka memasuki dunia urban dengan profesi yang jauh dari urusan agraris.

Pola pikir serta pengalaman di kancah modernitas menjadi pembedanya dengan para petani tradisional. Mereka lebih peduli soal standar, tahu soal positioning, serta memperhatikan peluang-peluang marketing. Hal tersebut akan membuat dunia pertanian yang ada selama ini dapat berbeda di masa-masa mendatang.

Kehadiran para “petani baru” itulah yang dapat membuat agrobisnis di Indonesia lebih menggeliat di tahun 2021 ini. Dengan perspektif barunya, sosok-sosok modern yang punya latar di pertanian, akan menyegarkan usaha agro Indonesia. Apalagi sektor hilirnya juga semakin berubah dengan perkembangan teknologi informasi yang ada.

Sejumlah pasar digital untuk produk pertanian telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sayurbox, Brambang, hingga Pas Tani yang baru diluncurkan oleh Kementerian Pertanian makin mengubah wajah agrobisnis Indonesia. Pandemi Covid-19 di satu sisi memang merusak perekonomian, termasuk yang menyangkut pertanian. Namun, di sisi lain, telah memaksa pertanian untuk melangkah ke tahapan baru yang lebih menjanjikan.

Maka, selamat datang tahun 2021. Tahun yang insyaAllah akan mengantarkan dunia agro Indonesia menggeliat untuk menjadi lebih maju dari yang selama ini.*

Zaim Uchrowi – Dewan Redaksi AGRONET

 

BERITA TERKAIT