Berkah Pertanian

Rabu, 01 Juni 2022, 06:34 WIB

Kementerian Pertanian mencatat ekspor beras organik meningkat setiap tahun. (Gambar hamparan sawah). | Sumber Foto:Humas Kementan

AGRONET -- Pertanian itu perkasa. Pertanian hebat dan keren. Demikian yang sering dikumandangkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di berbagai kesempatan. Aps yang dikatakan orang nomor 1 di Kementerian Pertanisn ini, jelas bukan omong kosong. Apalagi kalau sekedar basa basi politik demi menyenangkan pihak-tertentu. Yang diutarakan SYL itu benar ada nya. Pertanian memang perkasa, keren dan hebat.

25 tahun lalu, ketika bangsa ini dilanda krisis ekonomi moneter uang kemudian berlanjut krisis multi dimensi, hampir semua sektor strategis terlihat tumbuh negatif. Hebat nya, sektor pertanian tetap bertahan dari gempuran krisis dan masih mampu bertumbuh positip. Pertanian tampil menjadi penyelamat pembangunan ekonomi dan tulang punggung pembangunan bangsa.

Tidak hanya itu. Ketika Pandemi Covid 19 menyergap kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat pun keberadaan sektor pertanian tetap teruji dan ajeg dalam struktur perekonomian nasional. Lagi-lagi semua sektor strategis pembangunan terpuruk. Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 % tidak tercapai. Semua sektor tumbuh negatif, kecuali pertànian dan industri digital yang masih mampu tumbuh positip.

Atas dua kejadian diatas, tidak salah bila dikatakan pertanian itu betul-betul perkasa. Pertanian selalu memberi berkah dalam kehidupan. Sesulit apa pun tantangan yang harus dihadapi, pertanian tetap mampu menjawab nya. Seberat apa pun beban yang diembankan kepada pertanian, selalu dapat dijalankan dengan baik. Itu sebab nya, kita tidak boleh memandang pertanian hanya dengan sebelah mata.

Bagi bangsa yang sebagian besar mata pencaharian warga masyarakat nya bertumpu kepada sektor pertanian dalam arti luas, mesti nya siapa pun yang diberi mandat oleh rakyat guna mengelola bangsa dan negeri tercinta, tentu tidak akan pernah main-main dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang diambil nya. Mereka pasti akan memposisikan pertanian sebagai sektor pembangunan yang utama.

Selain perkasa, pertanian juga strategis. Produk pertanian inilah yang akan memberi makan seluruh warga bangsa. Benih padi yang kemudian berubah menjadi gabah, lalu jadi beras, kemudian dimasak menjadi nasi, merupakan bahan pangan pokok lebih dari 90 % masyarakat. Beras harus betul-betul kita tingkatkan produksi nys. Sebab, bagi bangsa kita sendiri, tanpa nasi seolah-olah tidak ada kehidupan.

Di sisi lain, pertanian tercatat sebagai sektor pemberi kehidupan dan penghidupan sebagian besar warga bangsa. Pertanian inilah yang menjadi sumber nafkah utama bagi mereka yang beratributkan petani. Pertanian juga menjadi penopang sektor-sektor pembangunan lain, khusus nya yang memerlukan sinergitas dan kolaborasi. Lebih penting lagi, produk pertanian ini pun yang akan memberi makan semua warga bangsa.

Oleh karena nya, menjadi sangat keterlaluan bila Pemerintah sekarang tidak memberi perhatian yang serius terhadap keberadaan sektor pertanian dalam peta pembangunan sekarang ini. Pemerintah sudah sepantas nya menjadikan pertanian sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. Untuk itu, politik anggaran yang akan dikucurkan untuk sektor pertanian, mestilah layak dan memadai.

Pemberian proporsi anggaran yang layak dan memadai ini, tentu tetap didasarkan kepada posisi sektor pertanian yang sangat strategis dalam mempercepat pemulihan ekonomi bangsa yang telah terpuruk karena sergapan Covid 19. Mencermati terjadi nya peningkatan produktivitas yang cukup signifikan dalam tiga tahun belakangan ini, ditambah dengan meningkatkan kesejahteraan petani yang diperlihatkan oleh Nilai Tukar Petani, maka sangat pas, bila sektor pertanian mendapat perhatian khusus.

Atas pengamatan yang dilakukan, kalau kita amati politik anggaran yang diberikan oleh Daerah terhadap sektor pertanian, seperti nya masih sangat jauh untuk dikatakan layak dan memadai. Di tingkat Provinsi sangat jarang APBD nya memberi porsi untuk sektor pertanian diatas 5 %. Begitu pun dengan Kabupaten/Kota. APBD mereka untuk pertanian umum nya berkisar antara 3 - 4 % saja. Hal yang tidak jauh berbeda, terjadi pula di APBN yang mengalokasikan untuk pertanian sekitar 5 % saja.

Kondisi politik anggaran yang demikian, tentu sangat memprihatinkan. Terlebih-lebih bagi daerah yang telah menjadikan pertanian sebagai koor bisnis atau penghela utama pembangunan daerah nya. Arti nya, apa yang dapat digarap, jika berbagai inovasi dan terobosan cerdas tidak dapat dilakukan, karena terbatas nya anggaran yang tersedia. Jawaban semacam inilah yang cukup penting dijadikan bahan pencermatan bersama.

Beberapa waktu belakangan ini, sektor pertanian seperti yang kalah pamor oleh infrastruktur dasar atau pengembangan sektor kepariwisataan. Namun begitu, di periode ke 2 Kepemimpinan Presiden Jokowi ini, perhatian dan keberpihakan terhadap pembangunan pertanian mulai terasa geliat nya. Kemauan politik Pemerintah untuk membangun food estate di berbagai daerah, menunjukan Pemerintah tidak ingin main-main dalam memenuhi ketersediaan pangan bagi rakyat nya.

Begitu pula dengan kesungguhan nya menelorkan berbagai regulasi yang pro pertanian. Peraturan Presiden No. 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, memperlihatkan keseriusan Pemerintah untuk memperkokoh ketahanan pangan dan kemandirian pangan yang berkualitas menuju kedaulatan pangan. Sedangkan Peraturan Presuden No. 35 Tahun 2022 menggambarkan keinginan Pemerintah untuk memperkuat fungsi Penyuluhan Pertanian.

Kelahiran dua Perpres diatas, semakin mempertegas keberpihakan Pusat terhadap keberadaan sektor pertanian dalam memperceoat pemulihan ekonomi. Pertanyaan ikutan nya adalah apakah daerah akan melakukan hal yang sama seperti yang ditempuh Pusat ? Kita berharap daerah pun akan mendukung keberpihakan ini dengan melahirkan regulasi, kebijakan, strategi, program dan kegiatan yang secara nyata mempertontonkan kecintaan nya terhadap pengembangan pembangunan pertanian itu sendiri.

Kini akar persoalan nya sudah mulai terganbarkan. Sekalipun terjadi tragedi kehidupan yang memporak-porandakan struktur perekonomian bangsa, namun terbukti sektor pertanian malah memberi berkah kehidupan. Berkat keberadaan pertanian, nyawa kehidupan tetap tersambung. Pertanian masih mampu memberi makan segenap warga bangsa. Dan pertanian pun tetap menjadi kekuatan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di negeri tercinta.

Oleh : ENTANG SASTRAATMADJA, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT

BERITA TERKAIT