Cara Membangun Kepercayaan Diri

Minggu, 27 November 2022, 09:10 WIB

Mahasiswa Polbangtan Manokwari siap Menjadi Petani Milenial yang Maju, Mandiri, Modern | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET -- Semalam saya ikutan diminta jadi narsum kuliah umum, membahagiakan. Karena pesertanya calon pemilik masa depan Indonesia, seluruh mahasiswa Polbangtan Perguruan Tinggi Kedinasan Kementan, Kampus Polbangtan se - Indonesia.

Sebagai upaya khusus membangun SDM praktisi inovatif. Bagus sekali. Selain itu juga diikuti masyarakat luas, utamanya petani milenial. Tidak heran jika banyak pesertanya dan antusias semua.

Apalagi narsum lain hebat semua. Prof R. Pambudy (IPB), Prof Dedi Nursyamsi (Ka BPPSDMP), Prof Didiek Hadjar G. (Pakar Bioteknologi) dan Kang Fajar (Praktisi Milenial). Saling melengkapi, bermanfaat sekali.

Saya hanya menegaskan bahwa betapa sangat pentingnya selalu improvisasi membekali diri ilmu teori, ilmu hikmah dan inovatif. Karena pengalaman saya pribadi hanya itu cara mudah jadi petani inovatif.

Harapan saya, agar semua peserta kuliah umum. Pada kesempatan pertama mencari ilmu hikmah sangat mudah dan sederhana. Agar yakin apa yang disampaikan oleh para pakar.

Seperti yang sering saya jalani selama ini. Lakukan demplot ( _demonstration plot_ ), perlakuan beda - beda, diamati dan dikaji ulang. " Agar percaya diri karena membuktikan sendiri ". Misal menyediakan 5 tanaman dengan perlakuan beda - beda ;

1. Pot A, diisi pasir dan ditanam tanpa pupuk.

2. Pot B, diisi pasir dan ditanam dipupuk NPK kimia jumlah banyak.

3. Pot C, diisi pasir ditanam dan pupuk kandang.

4. Pot D, diisi pasir dan pupuk kandang, pupuk hayati mikroba dan hormonal.

5. Pot E, diisi pasir ditanam diisi pupuk kandang, dolomit, pupuk hayati (biang mikroba misal Bio Extrim), hormonal (misal Hormax) dan NPK kimia sedikit saja.

Diamati tumbuh kembangnya hingga buah. Ratusan kali saya sudah menjalani. Hasilnya 100%, Pot E yang terbaik. Biaya termurah, produksi terbanyak. Benihnya sama.

Biaya dibagi hasil jadilah indeks. Atau biasa disebut harga pokok produksi (HPP). Jadi rendah. Otomatis labanya banyak. Jika berebut pasar, berani lomba jual murah - murahan. Cepat sejahtera.

Dengan begitu, kita dapat ilmu hikmah. Tumbuh keyakinan dan kepercayaan diri. Berani memperluas tanaman yang diinvestasikannya. Agar cepat besar usaha kita. Makin banyak menyerap pengangguran jadi produktif.


Sumber :
Wayan Supadno