Fapet Unsoed Dukung Penyusunan Road Map Pengembangan Sapi Perah

Rabu, 18 Maret 2020, 09:16 WIB

Fapet Unsoed buka kerjasama dengan dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi Jawa Tengah. | Sumber Foto:Dok Fapet UNSOED

AGRONET -- Penting bagi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk menentukan arah pengembangan produktifitas sapi perah, agar permasalahan populasi produksi sapi perah yang semakin menurun di wilayah Jawa Tengah teratasi.

Karena kepentingan tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah menyusun Road Map Pengembangan Sapi Perah 2020 -2024.

Dalam rangka penyusunan Road Map tersebut, Kamis 12 Maret lalu Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, drh. Saiful Latief  beserta rombongan hadir ke Fapet Unsoed dan disambut langsung oleh Dekan Fapet Unsoed Prof. Dr. Ismoyowati, S.Pt, MP beserta para Wakil Dekan, Ketua Bagian dan Tim Road Map Fapet Unsoed.

Dekan menyampaikan harapannya dengan kerjasama dan berdiskusi akan dapat memetakan arah serta tujuan dalam mengembangkan populasi sapi perah di wilayah Jawa Tengah dan dapat mengindentifikasi peta jalur dalam upaya pengembangan sapi perah nantinya.

Di kesempatan yang sama Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, "Dengan adanya kerjasama ini diharapkan akan ada sinkronisasi kebijakan antara pihak akademisi (Fapet Unsoed) sebagai peneliti dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai pengadopsi untuk action.” 

Gabungan tim Road Map Fapet Unsoed yang terdiri dari dosen bidang Produksi Ternak Perah, Reproduksi Ternak dan Bidang Sosial Ekonomi diharapkan akan menjadi kolaborasi yang terintegritas dalam upaya pengembangan Sapi Perah.

Wakil Dekan BIdang Akademik, Novie Andri Setinto, S.Pt, M.Sc, Ph.D, peningkatan populasi sapi perah dan peningkatan home industry atau produsen susu olahan akan dapat memancing animo masyarakat terhadap pentingnya protein hewani, Susu Sapi.

Untuk itu perlu merubah paradigma peternak agar lebih memaksimalkan, tidak hanya produksi susu tetapi juga adanya keseimbangan dengan Reproduksi agar ada regenerasi sapi perah. 

“Untuk menentukan Road Map dibutuhkan keseimbangan, agar semua pihak terintregasi dengan baik dan meningkatkan animo masyarakat terhadap kebutuhan protein hewani, Susu Sapi” tambahnya.(234)