Fapet UGM Tanam Pohon Langka di Lahan Integrated Teaching Farm

Selasa, 05 Januari 2021, 10:14 WIB

Pembangunan integrated teaching farm Fapet UGM, diharapkan dapat menaikkan angka Indeks Pembangunan Manusia di Gunungkidul. Penanaman pohon dilakukan oleh Dekan Fapet UGM. | Sumber Foto:Dok Fapet UGM

AGRONET -- Fakultas Peternakan (Fapet) UGM melaksanakan penanaman pohon langka di lahan yang akan dibangun sebagai integrated teaching farm di Saptopsari Gunungkidul pada Jumat (18/12). Penanaman pohon dilakukan oleh Dekan Fapet UGM dengan didampingi oleh para wakil dekan, perwakilan Sekda Gunungkidul, camat Saptosari, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, dan lurah Jetis, Saptosari. Adapun pohon langka yang ditanam adalah pohon gaharu, cendana, dan cempaka.

“Penanaman pohon adalah sebagai simbol hadirnya Fapet UGM secara fisik di kawasan yang akan dibangun sebagai integrated teaching farm. Di kawasan tersebut, akan difokuskan kegiatan pengabdian dan penelitian sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” ujar Dekan Fapet UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng ketika memberikan sambutan dalam acara penanaman pohon.

Ali Agus mengatakan, pengadaan lahan integrated teaching farm sampai pada tahap menggembirakan dengan dukungan penuh dari camat dan bupati. Tahun depan, pembangunan konstruksi akan dimulai dan diharapkan langkah kecil tersebut terfokus dan berjalan sesuai target.

Camat Saptosari, Jarot Hadi Atmojo, SIP., M.Si mengatakan, seluruh lapisan masyarakat menanti hadirnya integrated teaching farm Fapet UGM. Sebanyak 60% masyarakat di Gunungkidul menggeluti peternakan tetapi hasilnya masih jauh dari yang diharapkan.

“Untuk itu, pemerintah Gunungkidul sangat mendukung segala perizinan, termasuk melobi PDAM dan PLN untuk melengkapi prasarana di integrated teaching farm,” ujar Jarot.

Perwakilan dari Sekda Gunungkidul, Yudi Setyawan mengatakan, sejak awal Pemda Gunungkidul mengapresiasi rencana dibangunnya integrated teaching farm tersebut. Pembangunan farm diharapkan dapat menaikkan angka Indeks Pembangunan Manusia di Gunungkidul.

Integrated teaching farm akan dibangun di lahan seluas 3,8 ha di Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, Kecamatan Gunungkidul yang terdiri atas dua unit closed house, kandang sapi, gudang pakan, area perkantoran dan mess, embung, pengolahan limbah peternakan, dan lahan hijauan pakan ternak.

Fasilitas integrated teaching farm dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh civitas akademika Fapet UGM tetapi juga masyarakat. Secara khusus fasilitas di farm akan dimanfaatkan sebagai kegiatan pembelajaran, praktikum, dan riset mahasiswa S1, S2, dan S3. Dosen juga berkesempatan melaksanakan riset berkelanjutan untuk memperoleh teknik-teknik manajemen pemeliharaan ternak yang lebih baik dan efisien.

Selain itu, integrated teaching farm juga akan digunakan sebagai pusat kegiatan percontohan bagi peternak dalam memelihara ternak yang benar dan mendatangkan keuntungan, diskusi, dan studi banding terkait pengembangan peternakan.(234)