Inovasi Mahasiswa KKN Covid-19 UNS Di Boyolali : Ubah Bekatul Jadi Brownies

Rabu, 10 Maret 2021, 11:29 WIB

Kegiatan sosialisasi pemanfaatan bekatul sebagai bahan baku pembuatan brownies oleh Tim KKN UNS disambut antusias ibu-ibu PKK Desa Sambon. | Sumber Foto:DOk UNS.ac.id

AGRONET --  Meski pandemi Covid-19 belum usai, Universitas Sebelas Maret tetap menggelar kegiatan kuliah kerja nyata (KKN). KKN UNS 2021 dilaksanakan secara daring maupun luring, dengan persentase kegiatan daring lebih besar dibandingkan dengan luring.

UNS menerapkan sistem pembagian wilayah kegiatan KKN berdasarkan domisili masing-masing mahasiswa. KKN berlangsung selama kurang lebih 45 hari, dimulai 12 Januari hingga 24 Februari 2021.

Salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh Kelompok 98 KKN UNS di Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali.

Berbagai kegiatan dilakukan mahasiswa seperti penyuluhan tentang pencegahan penularan virus corona, pembagian tempat cuci tangan dan sabun, serta membuat pojok literasi untuk anak-anak desa.

Selain itu pembuatan strap masker hingga penyuluhan ekonomi kreatif dibidang pertanian seperti pembuatan pupuk organik cair (POC), penyuluhan pengendalian hama, pembuatan brownies berbahan dasar bekatul dan pembuatan aquaponik.

Permasalahan ekonomi yang semakin sulit di tengah pandemi membuat mahasiswa berinovasi memanfaatkan sisa-sisa pertanian seperti bekatul untuk diolah menjadi brownies.

Disambut Antusias

Kegiatan tersebut diangkat berdasarkan hasil survei bahwa limbah bekatul lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak. Oleh karena itu program tersebut merupakan unggulan KKN kali ini. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan bekatul sebagai bahan baku pembuatan brownies disambut antusias ibu-ibu PKK Desa Sambon.

“Satu persatu program kerja mahasiswa di Banyudono mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Protokol kesehatan dan keselamatan pun tetap selalu terjaga saat kegiatan luring dilaksanakan,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 98 KKN UNS 2021, Dr Agung Wibowo.

Tim KKN UNS Kelompok 98, kata Dr. Agung yang juga dosen Fakultas Pertanian itu, selain memaparkan materi mengenai aquaponik juga mempraktikkan pembuatan aquaponik beserta peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan aquaponik. Dimulai dengan praktik pembuatan wadah budikdamber, kemudian dilakukan penyiapan media tanam dan ikan, penebaran benih, dan terakhir perawatan.

"Program kerja yang informatif, inovatif, dan kreatif dari mahasiswa diharapkan membantu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah pertanian," kata Dr. Agung. Selain itu, lanjutnya, diharapkan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.(UNS.ac.id/234)