MILFISH: Start-Up Inovasi Mahasiswa FPK Unair

Senin, 29 Maret 2021, 08:14 WIB

Bubur “MP-ASI MILFISH” : diversifikasi produk dari ikan patin yang diciptakan oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. | Sumber Foto:Dok FPK Unair

AGRONET -- Produk diversifikasi pangan di bidang perikanan sedang gencar-gencarnya dilakukan, peluang bisnis yang terbuka lebar dan melimpahnya sumber daya ikan membuat para wirausahawan muda berani berkecimpung di bidang start-up. Bubur “MP-ASI MILFISH” merupakan diversifikasi produk dari ikan patin yang diciptakan oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.

Diprakarsai oleh Maulida Agustina, Annisa Nur Rohmah Purnamasari, dan Ida Ayu Puspitasari (Teknologi Hasil Perikanan -2017), inovasi bisnis ini turut melibatkan Sumber Nurhadi (Akuakultur -2017) dan Anis Durotul Farida Fakultas Ekonomi dan Bisnis -2018) dalam event Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa yang diselenggarakan pada Oktober tahun 2020 lalu.

“Awalnya Milfish dibuat berdasarkan latar belakang banyaknya Mom working yang kesulitan dalam memenuhi asupan gizi MP-ASI para Baduta (Bayi /anak di bawah usia 2 tahun, Red). Produk kami hadir sebagai inovasi bubur yang praktis, efisien, dan tentunya ekonomis. Selain itu, Milfish tidak mengandung zat alergen seperti gluten yang umumnya banyak kita temui pada produk bubur bayi lain,” terang Nurhadi melalui telewicara warta FKP, Sabtu (27/03/2021).

Melalui survei dan analisis langsung di lapangan, produk Milfish dibuat dari bahan baku utama ikan patin yang kaya akan omega-3 dengan kandungan proksimat dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan produk bubur lainnya. Adapun rumah produksinya di Surabaya. Milfish diedarkan secara resmi di pasaran baik offline maupun online pada Juli 2020 hingga saat ini yang dibanderol dengan harga Rp15.000,00 berisikan 4 sachet yang dikemas secara travel friendly.

BERITA TERKAIT

“Terkait kendala produksi, kami sering mendapatkan harga bahan baku yang fluktuatif dan masyarakat cenderung asing dengan produk kami. Selain itu, dalam menembus pasar diperlukan beberapa sertifikasi produk yang cukup memakan banyak waktu,” ujarnya lebih lanjut.

Milfish saat ini masih dalam tahap pengujian lebih lanjut agar memenuhi standar di pasaran. Diketahui start-up ini berhasil mengantarkan mereka pada event Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa tahun 2020 hingga tahap investor talk. Meskipun tidak sampai pada tahapan acara awarding KIBM 2020, produk Milfish ciptaan mereka mampu menjangkau penjualan di sekitar wilayah Surabaya dan juga kota penyangga yang meliputi Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.

“Dalam menjaga penjualan Milfish yang bersifat fluktuatif, kami melakukan penjualan secara pre-order agar kualitas produk bisa terjaga dan tidak terlalu banyak stok produk,” ujarnya mengenai taktik penjualan.

Diproyeksikan laba kotor yang nantinya dihasilkan melalui penjualan Milfish berkisar antara 5 hingga 6 jutaan. Milfish mudah diakses pembeliannya secara offline maupun e-commerce digital seperti Shopee dan Tokopedia. Sedangkan secara offline konsumen dapat langsung mengunjungi outletnya di Jalan Mulyorejo Utara No. 193 B Surabaya .

“Pesan saya untuk teman-teman mahasiswa, selagi masih punya kesempatan ikutilah banyak kegiatan. Misalnya saja KIBM ini, karena banyak sekali hal-hal baru yang akan kalian dapatkan dari event keren ini.

Kalian bisa ketemu dan sharing dengan para pebisnis dan owner dari banyak start-up. Satu hal yang harus digaris-bawahi jangan takut gagal kalau ingin maju karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Tidak hanya itu, sebagai mahasiswa FPK kalian bisa eksplorasi produk perikanan yang masih belum termanfaatkan dengan baik. Semangat dan sukses selalu ya, jangan lupa buat mampir ke lapak kami di akun Instagram @milfish1,” pesannya.(warta fpk- fpk.unair.ac.id/234)

BERITA TERKAIT