Mahasiswa IPB Ajarkan Membuat Hand Sanitizier dari Lidah Buaya

Kamis, 22 Juli 2021, 11:53 WIB

Mahasiswa IPB University yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Sukabumi bagikan safety kit kepada warga Desa Cipetir, (17/7). | Sumber Foto:Dok IPB

AGRONET -- Mahasiswa IPB University yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Sukabumi bagikan safety kit kepada warga Desa Cipetir, (17/7). Pembagian safety kit ini dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Safety kit dibagikan kepada tokoh masyarakat yang sering berinteraksi dengan warga sekitar. Salah satu produk yang ada dalam safety kit adalah hand sanitizer inovasi mahasiswa. Mereka memanfaatkan bahan alami yakni lidah buaya yang banyak tersedia di lingkungan rumah.

“Hand sanitizer dari lidah buaya kami masukkan ke dalam safety kit bersama dengan masker dan pamflet. Kami memilih bahan dari lidah buaya karena mudah didapatkan dan terjangkau sehingga masyarakat bisa membuatnya sendiri di rumah. Kami juga membagikan tutorial pembuatan hand sanitizier lidah buaya melalui video yang kami bagikan melalui media sosial dan pamflet,” ujar Diaz Fikry selaku Ketua Kelompok KKN-T IPB University di Sukabumi.

Menurutnya, lidah buaya (Aloe vera) adalah tumbuhan dengan daun berdaging tebal dari genus Aloe. Lidah buaya juga merupakan tanaman fungsional karena semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Lidah buaya memiliki kandungan saponin, flavonoid, polifenol serta tanin yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan dan bersifat antiseptik.

Kegiatan sosialisasi di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang, Dea Fauzia Lestari, SIK, MSi ini mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Harapannya kegiatan KKN-T ini dapat memberikan manfaat dan edukasi bagi masyarakat baik di berbagai lintas usia.

“Sebagian besar masyarakat di Desa Cipetir mengetahui adanya pandemi, namun masih banyak aktivitas berkerumun dan tidak menggunakan masker saat bepergian. Saat ada yang terkena demam, masyarakat menganggap bahwa demam tersebut adalah demam biasa. Walaupun kekhawatiran akan COVID-19 tetap ada, sebagian besar warga juga belum mengikuti vaksinasi,” ujar salah satu tokoh masyarakat. (234./IPB Zul)