Ratusan Mahasiswa RPL Polbangtan Kementan Ikuti Orientasi Kampus

Sabtu, 04 Desember 2021, 09:05 WIB

Orientasi Kampus Mahasiswa RPL Polbangtan Kementan | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari

AGRONET --  Pembangunan Pertanian menjadi tugas seluruh insan pertanian.  Penyuluh Petanian menjadi garda terdepan dalam kemajuan pertanian itu sendiri.  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginginkan penyuluh pertanian memiliki pemikiran maju dan terdidik untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan.

Peningkatan kompetensi penyuluh dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan vokasi maupun sertifikasi profesi demi mewujudkan SDM Profesional.  Kementerian Pertanian, melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menyelenggarakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Lebih lanjut diadakan kegiatan orientasi bagi mahasiswa secara daring pada Jumat (3/12).  Kegiatan diadakan untuk pengenalan secara utuh kepada seluruh mahasiswa mahasiswa Program RPL tentang ruang lingkup Pendidikan Vokasi Kementerian Pertanian, khususnya Polbangtan Manokwari.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa RPL adalah kesempatan yang besar bagi Penyuluh Pertanian yang telah memiliki pengalaman kerja, untuk dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi.

"Sistem pembelajarannya pun tetap memakai satuan kredit semester (sks) dalam bentuk mata kuliah, yang diperoleh melalui pengalaman kerja atau pelatihan bersertifikasi," jelas Dedi.  Mahasiswa berasal dari 5 provinsi di Indonesia yang  berada dilingkup wilayah kerja Polbangtan Manokwari diantaranya Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara.

Program RPL diperuntuhkan bagi penyuluh yang memiliki status ASN PPPK yang belum memiliki kualifikasi pendidikan minimal Diploma 3.  Direktur Polbangtan Manokwari menjelaskan bahwa kegiatan orientasi ini merupakan Rangkaian dari kegiatan Program RPL untuk pengenalan mahasiswa terhadap Polbangtan Manokwari baik dari segi akademik maupun non akademik sebelum mengikuti perkuliahan Senin (6/12) mendatang.

Purwanta meminta keseriusan kepada mahasiswa program RPL yang telah dinyatakan lulus untuk mengikuti perkuliahan sehingga dapat menyelesaikan pendidikan paling lambat 2 semester.  “Jaman telah sedemikian berubah, berbagai teknologi dapat dimanfaatkan, informasi dapat diperoleh dengan mudah dengan sumber-sumber pembelajaran yang sudah sangat luar biasa,” ungkap Purwanta.

Sementara itu Wakil Direktur II, Lataraus Fangohoi menjelaskan tentang arah pendidikan teknis pertanian lingkup kementan yang diarahkan untuk menciptakan  dan mengembangkan usaha pertanian dengan mengasah skill yang dimiliki.   “Karena Dunia Kerja saat ini lebih membutuhkan tenaga terampil yang spesifik untuk setiap bagian tugas,” jelasnya

Dengan memanfaatkan sarana dan prasana yang ada di kampus di Polbangtan Manokwari, Mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan dengan melakukan praktek langsung dilahan Teaching Factory.  (269/BPPSDMP)

 

Sumber : Rilis BPPSDMP Kementan