Pelepasan MBKM Polbangtan Manokwari | Sumber Foto:Polbangtan Manokwari
AGRONET -- Menata dan memaksimalkan milenial sebagai bonus demografi, menjadi kunci kemajuan sektor pertanian, perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian mengadopsi transformasi kebijakan program Kampus Merdeka untuk mempercepat regenerasi petani.
Regenerasi petani menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang semakin maju, mandiri dan modern.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) optimistis kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif akan mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.
“Hal tersebut harus didukung oleh kapasitas SDM Pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing,” ujar Mentan Syahrul.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menargetkan banyak milenial Indonesia untuk terus terjun menjadi petani milenial yang selalu berinovasi, sesuai arahan Mentan Syahrul di setiap kesempatan agar terus melahirkan semangat baru anak muda di bidang pertanian.
“Petani milenial perlu terus dibekali kemampuan manajerial, agenda intelektual, dalam rangka terus meningkatkan kapasitas, dan meningkatkan kolaborasi, tentu regenerasi petani menjadi suatu keniscayaan yang turut berkontribusi untuk kemajuan pertanian Indonesia”, sebut Dedi.
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari sangat konsen dalam mewujudkan regenerasi petani yang unggul dan berkualitas. Melalui implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa diberi kesempatan untuk mengasah kemampuan dan talentanya sehingga siap memberikan kontribusi pada sektor pertanian.
Setelah mengikuti pembekalan selama 7 hari, Polbangtan Manokwari menggelar pelepasan bagi mahasiswa semester 5 untuk mengikuti magang MBKM 1 di Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja ( DUDIKA).
Sebanyak 88 mahasiswa secara resmi dilepas untuk belajar langsung di dunia kerja sesungguhnya oleh Wakil Direktur 1, O’eng Anwarudin di lapangan apel, Jumat (08/09).
O’eng Anwarudin menyampaikan bahwa mahasiswa akan berangkat ke lokasi magang diluar pulau Papua yaitu di provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan Jawa Tengah pada hari minggu menggunakan kapal.
“Kegiatan MBKM dilakukan dengan model Structure form yang pelaksanaannya terdapat muatan elemen kompetensi mata kuliah semester 5 yang telah dipertimbangkan sesuai dengan lokasi magang,” jelasnya
O’eng berpesan ketika sudah berada ditempat magang, mahasiswa harus mampu mengikuti ritme perusahaan, menggali semua kompetensi dan memanfaatkan peluang untuk menyerap pengetahuan selama disana.
Kegiatan magang MBKM 1 yang diintegrasikan dengan program utama Kementerian Pertanian menjadi bentuk pembelajaran yang diterapkan diluar kampus agar mahasiswa dapat mengenal dunia petanian dari hulu sampai hilir.
Ketika dilokasi, mahasiswa tidak hanya sekedar magang bekerja tapi juga berpeluang melihat dan mempelajari proses bisnis yang dijalankan. Mulai dari memperoleh bahan baku berkualitas, mengolah, mengemas, memanajemen suatu usaha, hingga akhirnya menghasilkan produk kualitas untuk masyarakat.
Sumber :
BPPSDMP Kementan
Minggu, 09 Februari 2025
Sabtu, 18 Januari 2025
Senin, 13 Januari 2025
Senin, 13 Januari 2025
Senin, 30 Desember 2024
Minggu, 22 September 2024
Minggu, 22 September 2024
Kamis, 11 Januari 2024
Senin, 30 Desember 2024
Kamis, 31 Oktober 2024
Kamis, 31 Oktober 2024