Komunitas Pecinta Kucing ICA Jatim, Gelar Diklat untuk Anggota

Minggu, 19 Januari 2020, 20:41 WIB

ICA Cabang Surabaya pada Sabtu (18/1/2020) menggelar diklat dasar untuk anggota komunitas dengan mendatangkan dokter hewan. | Sumber Foto:Dok Klik Jatim

AGRONET --    Kucing adalah salah satu hewan peliharaan paling populer di masyarakat. Hewan yang dikenal dengan penampilan lucu dan menggemaskan ini mampu menarik sebagian orang untuk memelihara hewan mamalia ini.

Indonesia Cat Assosiation (ICA) adalah salah satu komunitas pecinta kucing yang ada di Indonesia. Komunitas ini sendiri dibentuk pada 1 April 2003 oleh para penyayang dan pemerhati kucing di Indonesia. 

Melalui surat keputusan Dirjen Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian tanggal 24 September 2004, ICA telah resmi ditunjuk oleh Pemerintah RI sebagai organisasi atau wadah bagi pemilik, pemerhati dan penyayang kucing di Indonesia.

ICA berupaya agar menjadi organisasi yang diakui secara internasional, yakni dengan bergabung pada salah satu organisasi perkucingan dunia yakni FIFe (Federation International Feline). Pada 28 Mei 2005 melalui General Assembly FIFe yang dilaksanakan di Swiss, ICA diterima sebagai member Under Patrogange FIFe dengan mentor Federation Feline Helvetique Swiss.

Saat ini jumlah anggota ICA Bandung ada sekitar 200 anggota. Jenis kucing di komunitas ini terdiri dari berbagai ras seperti Persia, Exotic, Norwegian Forest, Bengal, Spink dan beragam jenis lainnya. Para anggota pun datang dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa.

Komunitas ini rutin menggelar acara diklat bagi para anggota. Diklat ini untuk memberikan pembelajaran kepada anggota terutama anggota baru mengenai cara merawat kucing, belajar breeding yang baik, mempelajari tentang pola warna dan genetika hingga menjadi cattery.

Komunitas pecinta kucing yang tergabung dalam ICA Cabang Surabaya pada Sabtu (18/1/2020) menggelar diklat dasar yang mendatangkan dua dokter hewan untuk mendidik belasan anggota komunitas. Mrs. Ratih S. Umiyati dan Drh.Yoshi Tara dari Surabaya dihadirkan untuk mendidik dan melatih tata cara penanganan kucing dalam kondisi normal maupun upnormal.

Ketua Komisi Pendidikan ICA Surabaya, Helmi memaparkan, adanya diklat cattery (pecinta kucing) tingkat dasar merupakan agenda tahunan. Kegiatan ini juga sebagai syarat utama untuk menjadi Cattery.

“Dalam pembahasan diklat itu sendiri, kami menjelaskan dasar-dasar tentang genetika dan warna kucing, beserta manajemen Catery,” tutur Helmi. Peserta yang hadir dalam acara tak hanya dari surabaya ataupun sekitarnya. Sedikitnya ada 16 orang berasal dari luar kota seperti Kediri, Jember, Bali, Pati dan Bandung.

Novi, salah satu peserta diklat asal Kampung Inggris Pare Kediri itu menegaskan, datang jauh  ke Surabaya hanya ingin menambah wawasan dan pengetahuan soal hewan kesayangan nabi tersebut. “Penjelasan yang dibicarakan oleh dokter Yosi sangat mudah untuk saya pahami. Sebagai orang yang masih belum sepenuhnya menguasai dunia kucing, saya akan memanfaatkan sebaik mungkin diklat kali ini agar bisa lolos dan berhasil menjadi Cattery,” pungkasnya. 

Jika Anda tertarik bergabung dengan komunitas ini silakan join langsung di facebook mereka atau mengunjungi website mereka di www.indonesian-cat-association.com. (234)