LSP Akuakultur : Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja Akuakultur Indonesia di Pasar Global

Selasa, 04 Pebruari 2020, 14:20 WIB

Pengurus LSP Akuakultur Indonesia telah menggelar Rapat Koordinasi di Kota Semarang, tanggal 27 Januari 2020. | Sumber Foto:Dok MAI

AGRONET-- Lembaga Sertifikasi Profesi Akuakultur Indonesia atau disingkat LSP-AI adalah penyelenggara sertifikasi bidang profesi golongan perikanan budidaya berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). LSP-AI merupakan lembaga pendukung BNSP yang bertanggungjawab dalam melaksanakan proses sertifikasi kompetensi profesi mengacu pada pedoman yang berlaku.

LSP-AI diinisiasi oleh perangkat panitia kerja yang tergabung dalam organisasi profesi Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) dan telah mendapatkan lisensi BNSP. Dalam pelaksanaanya, LSP-AI mendapat dukungan dari Asosiasi Pendukung antara lain organisasi induknya yaitu Masyarakat Akuakultur Indonesia, PT. Mutu Agung Lestari dan BPSDM KKP serta perguruan tingi negeri/ swasta se-Indonesia yang terkait.

Pada tanggal 27 Januari 2020, disela agenda Rapat Kerja Scientific Board MAI,  Pengurus LSP Akuakultur Indonesia  telah menggelar Rapat Koordinasi di Kota Semarang. Hadir dalam rapat tersebut yaitu jajaran pengurus LSP Akuakultur Indonesia dan beberapa Asesor Kompetensi bidang Akuakultur di Indonesia. LSP Akuakultur Indonesia merupakan kepanjang tanganan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diberikan wewenang dalam melaksanakan serifikasi kompetensi di bidang Akuakultur sejak tahun 2016 melalui nomor lisensi BNSP-LSP-445-ID.

Rapat Koordinasi dibuka oleh Direktur LSP yaitu Prof. Dr. Yushinta Fujaya. Dalam pengantarnya, disampaikan bahwa, “ Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengembangan sistem sertifikasi yang ditujukan dalam rangka merespon inovasi teknologi dan pertumbuhan spesialisasi suatu profesi sebagai bentuk fasilitasi pasar kerja global,” terangnya.

BERITA TERKAIT

“Hadirnya LSP Akuakultur Indonesia sebagai upaya menyambut diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global khususnya dalam bidang Akuakultur,” imbuhnya.

Berdasarkan laman informasi LSP  Akuakultur Indonesia merupakan LSP P-3 yang dalam perkembangan kini telah memiliki 6 Skema Sertifikasi, 13 Tempat Uji Kompetensi, 39 Asesor Kompetensi, dan 2 Asesor Sistem Manajemen Mutu serta sebanyak 586 pemegang sertifikat kompetensi. Rapat sempat dilakukan pembahasan tentang rencana pengembangan sertifikasi dan uji kompetensi online melalui MoU bersama Baur Project yang concern dalam konsep Blended Learning.

Beberapa hal yang telah dirumuskan dalam rapat koordinasi tersebut diantaranya yaitu 1) Penunjukan Ketua Komite Skema dan kelengkapan strukturnya, 2) Review dan rencana penyusunan skema baru yang akan diusulkan ke BNSP, 3) Peningkatan kerjasama program Blended Learning dalam pelaksanaan sertifikasi, dan 4)  Workshop Pengembangan Skema yang akan dilaksanakan pada Bulan Maret di UNSOED.(234-mai)

BERITA TERKAIT