YAPEKA Bersama Ditjen PRL KKP, Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Sabtu, 08 Pebruari 2020, 15:09 WIB

Akhir November 2019 menjadi bulan yang sangat berkesan bagi YAPEKA. Kementerian Dalam Negeri mengadakan penganugerahan Ormas Award Tahun 2019 di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin 25/11/2019. | Sumber Foto:Dok YAPEKA

AGRONET -- Berdiri sejak tahun 2004, Yayasan Pemberdayaan Masyarakat dan Keanekaragaman Hayati Laut (YAPEKA) merupakan LSM yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan di Indonesia, banyak terlibat di kegiatan PNPM Mandiri pada tahun 2009, dan memiliki ekspertis di bidangnya. 

YAPEKA dinobatkan sebagai LSM nasional terbaik Tahun 2019 oleh Mendagri (Tito Karnavian) dari 300an LSM yang diseleksi oleh Kemendagri. 

YAPEKA berkeinginan memperkuat hubungan kerja sama dengan Pemerintah melalui sektor yang relevan untuk saling mengisi, salah satunya sektor perikanan dan sosial.

Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat dan Keanekaragaman Hayati Laut (YAPEKA) akan berkerjasama dalam melakukan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Bentuk dan ruang lingkup kerja sama ini telah dibahas pada pembahasan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) antara Ditjen PRL dan YAPEKA di Depok, Jawa Barat, Kamis 6 Februari kemarin.

Selain pemberdayaan masyarakat pesisir, kerja sama juga dilakukan dalam bidang pengembangan Kawasan Konservasi Perairan, pengelolaan jenis ikan dilindungi, rehabilitasi ekosistem pesisir, dan peningkatana kemampuan desa pesisir dan pulau-pulau kecil dalam adaptasi perubahan iklim. Nantinya fokus kegiatan program rencana kerja sama meliputi wilayah Kab.Kep. Sangihe, Kab. Minahasa Utara (Provinsi Sulut), Kab. Lombok Timur (Prov. NTB), Maluku, Maluku Utara, Kepri, Sumbar. Jateng, DI Yogyakarta, dan Lampung.

Sedangkan untuk program pengembangan mata pencaharian alternative akan diterapkan salah satunya di daerah yang terindikasi banyak terjadi jual beli telur penyu seperti di Anambas, melalui kegiatan pengembangan perikanan sekala kecil, ekowisata, dan lainnya.

Rencananya kerja sama dengan YAPEKA yang tertuang dalam dokumen PKS disepakati selama 3 tahun dan dapat diperpanjang kembali.

Pendekatan YAPEKA adalah pendekatan pedesaan (desa pesisir dan PPK), SDGs (meningkatkan kesejahteraan, adaptasi perubahan iklim), modal utama YAPEKA adalah social capital dan spirit kerja sama, terkait kegiatan akan menyesuaikan keinginan di DJPRL.(234)