Kelompok Tani Citra Muda Getasan, 350 Juta Per Bulan dari Sayuran Organik

Selasa, 30 Juni 2020, 20:28 WIB

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin saat panen tomat hitam di Dusun Sidomukti Desa Kopeng Getasan Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2020). | Sumber Foto:Dok Kementan

AGRONET --  Petani sering diidentikkan dengan orang-orang tua. Namun di daerah Kopeng Kabupaten Semarang, ada sekumpulan anak muda yang berkomitmen menekuni dunia ini. Sekelompok anak muda yang tak gengsi menjadi petani. Mereka pemuda-pemuda desa Getasan, berusia 19-38 tahun, membentuk Kelompok Tani Citra Muda Getasan.

Kelompok Tani Citra Muda Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Getasan Kabupaten Semarang ini beranggotakan 30 anak-anak muda. Selain itu juga ada 18 kelompok tani dengan 400 petani lain yang menjadi telah mitra mereka.

Meski muda, namun tangan-tangan mereka tetap terampil mengolah lahan untuk ditanami beraneka macam sayuran. Hebatnya lagi, semua sayuran yang mereka tanam adalah sayuran organik.  

Sayuran hasil kelompok tani dalam menjual diberi nama “Sayur Organik Merbabu”. Selain diperdagangkan secara konvensional, penjualan mereka lakukan juga menggunakan metode milenial, yakni melalui sejumlah platform media sosial. Penjualan secara online. Tersedia akun Instagram @sayurorganikmerbabu, jika pembeli pesan, produk diantar langsung ke pemesan. Penjualan sayur organik via onlie ini menjangkau seluruh kota besar di Jawa dan Kalimantan. 

Alhasil, produk pertanian mereka diterima pasar. Bahkan, saat pandemi Covid-19, penjualan hasil pertanian anak-anak muda ini semakin laris, meroket naik hingga 300%. Total omzet kelompok tani ini tembus hingga Rp 350 juta per bulan.

Tren sehat dengan mengonsumsi sayuran organik menjadi modal mereka untuk menjadi petani sayuran organik. Meski awalnya dirintis kecil-kecilan, kini setelah 12 tahun, kelompok tani yang dipunggawai 30 pemuda ini telah mempunyai lahan sekitar 10 hektare. Di lahan tersebut ditanami lebih dari 70 jenis sayuran.

“Selain daun kale curly, saya dan sekitar dua puluh orang temannya juga menanam selada merah, selada hijau, lettuce, tomat, cabai juga kol ungu. Jadi total ada 20 jenis sayuran organik yang ditanam di lahan seluar sepuluh hektar. Seluruh produk telah mendapatkan sertifikasi dari organik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI,” kata Shofyan Adi Cahyono, ketua Kelompok Tani Citra Muda.

Pemuda berusia 24 tahun ini membenarkan bahwa wabah covid-19 membuat penjualan mereka semakin meningkat. "Jika biasanya perbulan hanya mampu menjual 4-5 ton sayur organik, saat ini penjualan meningkat 300% menjadi 14-15 ton sayur perbulan. Karena sekarang banyak yang memilih pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran organik. Sehingga, penjualan kami meningkat drastis," terangnya.

Disinggung alasan mau menjadi petani di usia muda, Sofyan mengatakan bahwa usaha tani juga sangat menguntungkan. "Dari pertanian itu, penghasilan yang diperoleh cukup besar dan tidak kalah dengan profesi lainnya. Apalagi, pertanian menghasilkan bahan makanan, dan selama hidup manusia membutuhkan makanan. Jadi ini prospek pekerjaan jangka panjang," pungkasnya. 

Apresiasi Pemerintah

Keberhasilan Kelompok Tani Citra Muda Getasan ini terdengar hingga Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah dan bahkan hingga ke ibu kota. Penasaran dengan kisah para petani muda itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahkan rela gowes dari Semarang hingga Getasan.

Bersama istrinya, Siti Atikoh dan beberapa anggota komunitas gowes, menempuh sejauh sekitar 53 kilometer untuk melihat secara langsung dan berdiskusi dengan para pemuda Kelompok Tani. "Luar biasa keren, mereka petani muda yang kreatif dan inovatif sehingga bisa bertahan di tengah pandemi," kata Ganjar di saat kunjungannya 6 Juni lalu.

Di waktu yang berbeda, Sabtu (27/6/2020), Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo datang bersama rombongan, ke lahan pertanian Kelompok Tani Citra Muda Getasan ini dan ikut melakukan panen tomat hitam dan kale (borecole).

Usai panen, SYL berjanji bahwa Kementeriannya akan memfasilitasi ekspor komoditas tomat hitam (solanum lycopersicum) hasil budidaya Kelompok Tani ini ke Dubai Uni Emirat Arab. “Kementan akan membantu ekspor ke sana karena permintaannya unlimited. Permintaan pasar di sana belum bisa dipenuhi petani di tanah air.” katanya.

Kelompok Tani Citra Muda Getasan ini telah membuktikan, bahwa sektor pertanian mampu bertahan di tengah krisis ekonomi saat terjadi pandemi covid-19. "Penghasilan mereka pun luar biasa. Karena mereka bisa mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp350 juta perbulan. Apalagi ini saat pandemic covid-19. Ini bukti bahwa pertanian bisa jadi alternatif pendapatan,” ucap SYL kagum.

SYL bahkan secara langsung meminta Dirjen Prasarana dan Sarana Pertania (PSP) untuk membuat duplikasi program kerja Kelompok Tani Citra Muda di dua tempat untuk meningkatkan mutu dan jumlah produksi sayuran organik. Rencana duplikasi akan dilaksanakan di Sumatera Utara dan satu di wilayah Indonesia Timur.(234)