Kelompok Tani Beringin Nganjuk, Amankan Produksi Bawang Merah Melalui Gerdal OPT

Minggu, 18 Oktober 2020, 09:26 WIB

Kementan berharap gerdal OPT dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian petani dalam melakukan pengamatan OPT, serta memahami strategi pengendaliannya secara ramah lingkungan. | Sumber Foto:Humas Ditjen Hortikultura

AGRONET -- Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Kabupaten Nganjuk terus melakukan pendampingan kepada petani bawang merah guna mengendalikan serangan OPT melalui gerakan pengendalian (Gerdal) OPT.

Pasalnya, bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis nasional yang rentan terserang organisme OPT. Beberapa hama seperti ulat bawang (Spodoptera exigua) dan lalat pengorok daun (Liriomyza sp.) kerap dijumpai pada pertanaman bawang merah. 

Gerdal dilaksanakan di lahan bawang merah seluas 78 hektare milik Kelompok Tani Beringin, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Hampir semua anggota kelompok tani hadir dan terlibat dalam kegiatan gerdal tersebut.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan gerdal OPT penting dilakukan secara berkala demi mengamankan produksi dari serangan hama dan penyakit. "Pelaksanaan gerdal OPT tentunya perlu menggunakan bahan-bahan pengendali yang aman bagi kesehatan dan tidak mencemari lingkungan," ujarnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menambahkan gerdal OPT dewasa ini memang diarahkan ke strategi pengendalian yang ramah lingkungan. Selain itu, petani juga dituntun agar semakin terampil dalam membuat maupun mengaplikasikan bahan pengendali OPT tersebut pada pertanamannya.

"Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendampingi dan memfasilitasi kegiatan gerdal OPT," jelasnya, Sabtu (17/10).

Sunawan, Kortikab POPT Nganjuk, menerangkan gerdal OPT bawang merah bisa menekan intensitas serangan hama ulat bawang dan lalat pengorok daun, serta mampu mengurangi biaya usaha tani.

"Petani dapat menekan biaya usaha karena menggunakan bahan-bahan lokal yang murah dan mudah diperoleh untuk membuat likat kuning, pestisida nabati, dan bahan pengendali OPT lainnya," ujar Sunawan.

Sulih Suyanto, ketua Kelompok Tani Beringin, menerangkan kegiatan gerdal OPT mampu mengamankan produksi bawang merah di wilayahnya dari serangan hama penyakit. Adapun varietas bawang merah yang ditanam petani setempat adalah varietas "Thailand".

"Serangan hama jadi lebih terkendali sehingga produktivitas bawang merah kami tetap terjaga, yakni mencapai 14 ton/hektare," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, menyampaikan kegiatan gerdal perlu dilakukan secara berkesinambungan, diiringi dengan budidaya tanaman sehat dan pemantauan berkala (monitoring). Tujuannya agar kelak tidak terjadi eksplosi serangan OPT hingga gagal panen. (591)