Menggemari Ikan Louhan : dari Hobi Hingga Bisnis

Kamis, 24 Juni 2021, 07:07 WIB

Ikan louhan merupakan ikan dengan genetik hybrid, genetiknya bisa diperbaiki menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. | Sumber Foto:DOk KKP

AGRONET -- Deretan akuarium kaca sudah diatur saling berjajar di aula Raiser Ikan Hias Cibinong. Akuarium-akurium tersebut sudah berisi air lengkap dengan ikan-ikan berkepala jenong dan memiliki tubuh berwana merah, oranye, hingga keemasan. Di awal Februari lalu, terhitung sebanyak 317 ikan louhan dikompetisikan dalam kontes bertajuk Waterzilla: Be the Beast Championship #1 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pecinta Louhan Bogor (P2LB) bekerja sama dengan satker BBP3KP Cibinong.

Ikan hias yang sempat populer di tahun 2000an ini, sekarang mulai marak kembali dan para penggemarnya tergabung secara nasional dalam Perhimpunan Pecinta Louhan Indonesia (P2LI) dan komunitas-komunitas regional lainnya. PL2B sebagai penyelenggara kontes, juga merupakan salah satu komunitas regoional pecinta ikan louhan yang berpusat di Bogor.

Regy Geriansyah, Ketua PL2B, mengatakan bahwa dirinya telah menggemari hobi ikan louhan sejak tahun 2006. Kini, Regy tak hanya sekedar memelihara saja, namun ia juga sering berpartisipasi pada kompetisi-kompetisi ikan louhan baik regional hingga liga nasional.

BERITA TERKAIT

“Louhan itu ikan paling beda dari ikan-ikan hias lainnya. Kita bisa lihat dari jenongnya, dari warnanya yang beraneka ragam. Sebenarnya kesenangan orang terhadap ikan hias itu berbeda-beda ya. Kalau saya, satu ikan saja sudah bisa mewah, karena kalau louhan kan tidak bisa digabung dengan ikan lain. Single tank,” ungkap Regy saat ditanya mengenai alasan mengapa ia menggemari ikan louhan.

Berbeda dengan Regy, salah satu anggota komunitas PL2B, Alef Supriyatna, mengatakan bahwa ikan louhan bukan hanya sekedar hobi baginya. Pria yang sudah menggandrungi ikan louhan dari tahun 2016 ini juga bergelut dengan bisnis ikan louhan sebagai seller.

Bagi Alef, PL2B sebagai komunitas pecinta louhan tidak hanya mewadahi penyuka hobi saja, namun juga sebagai perhimpunan penggiat bisnis ikan louhan. Di dalam organisasi ini tergabung pula komunitas-komunitas breeder, progresser, dan juga seller ikan louhan. Alef menyatakan bahwa budidaya ikan louhan tidak bisa hanya dikuasai oleh satu orang, mengingat rumitnya proses budidaya ikan jenong ini.

Kalaupun ada satu orang yang bisa menguasai semua tahapan budidaya ikan louhan, biasanya kualitasnya tidak bisa terjaga dengan baik. Hal ini dikarenakan kualitas pada ikan hias merupakan hal yang amat penting, ikan louhan pun juga demikian.

Semakin berkualitas ikan louhan, maka semakin tinggi pula harganya. Sebabnya, komunitas-komunitas seperti PL2B ini benar-benar diperlukan untuk memfasilitasi para anggotanya, baik untuk pengembangan hobi maupun pengembangan bisnis ikan louhan di Indonesia. “Semua ada keterkaitan, breeder tanpa progressor itu zonkProgressor tanpa seller ya sama saja, susah ngeluarin ikannya. Jadi memang ada keterkaitan, supaya bisa maju perlouhanan dari tingkat daerah ke tingkat nasional,” imbuh pria kelahiran Ciseeng ini.

Alef mengatakan bahwa para penggiat bisnis ikan louhan dari daerah berharap louhan hasil breed daerahnya bisa dikenal di daerah lain, bahkan bisa dikenal hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Hingga saat ini, Alef sudah bisa menjual ikan louhan hingga ke Papua dan Kalimantan.

Ketika ditanya mengenai ekspor ke luar negeri, Alef mengaku jika persiapan ekspor ke luar negeri memerlukan persiapan dan dokumen yang cukup banyak; sehingga untuk saat ini dirinya masih fokus pada pasar dalam negeri. Namun kedepannya, Alef berharap dapat mulai merambah pasar luar negeri untuk pemasaran ikan louhannya.

Ikan louhan sendiri merupakan ikan dengan genetik hybrid, sehingga genetiknya bisa diperbaiki menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Hal ini pula yang mengakibatkan ikan louhan memiliki varian yang cukup banyak dengan pola-pola yang unik dari persilangan-persilangan baru. Karakteristik dari ikan louhan ini lah yang membuat ikan hias ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dibandingkan ikan hias lainnya.

Berbicara mengenai pasar internasional, saat ini ikan louhan jenis cencu dari Indonesia memang cukup diminati di tingkat dunia. Sedangkan untuk jenis kamfa, Thailand dan Vietnam adalah pengekspor ikan louhan paling dominan. Nah, tertarik untuk melirik bisnis ikan louhan? (234)

BERITA TERKAIT